Riyo Alfarezi
Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sejarah Sosial Pesantren dan Surau sebagai Pusat Perlawanan Kolonial di Riau: The Social History of Pesantren and Surau as Centers of Colonial Resistance in Riau Riyo Alfarezi
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v7i2.6550

Abstract

Penelitian ini membahas peran surau dan pesantren di Riau sebagai lembaga pendidikan Islam sekaligus pusat perlawanan masyarakat Melayu terhadap kolonialisme Barat. Penelitian memahami bertujuan bagaimana surau dan pesantren mempertahankan identitas sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat Melayu di tengah dominasi kolonial Belanda. Metode yang digunakan adalah penelitian sejarah dengan pendekatan sejarah sosial. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dari arsip, dokumen sejarah, buku, jurnal ilmiah, tesis, dan disertasi yang relevan. Analisis dilakukan melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa surau dan pesantren tidak hanya berfungsi sebagai tempat pendidikan agama, tetapi juga sebagai sarana perlawanan budaya, sosial, dan ekonomi. Perlawanan tersebut dilakukan melalui penguatan tradisi Islam-Melayu, pengembangan solidaritas masyarakat, jaringan ulama, serta kemandirian ekonomi berbasis wakaf dan perdagangan lokal. Selain itu, hubungan ulama Melayu dengan pusat keilmuan Islam di Haramain turut memperkuat kesadaran intelektual dan spiritual masyarakat dalam menghadapi kolonialisme. Secara khusus, temuan penelitian menunjukkan bahwa surau-surau di wilayah Siak, Indragiri, dan Riau-Lingga berperan sebagai pusat transmisi nilai Islam-Melayu yang memperkuat identitas lokal serta menjaga tradisi Arab-Melayu (Jawi) di tengah tekanan kolonial. Dengan demikian, surau dan pesantren menjadi pilar penting dalam menjaga identitas dan ketahanan masyarakat Melayu-Riau pada masa kolonial.