Pengelolaan arsip modern di lembaga kearsipan daerah menghadapi kompleksitas yang sulit diselesaikan hanya dengan pendekatan monodisiplin. Sistem rekrutmen ASN yang membuka kualifikasi luas menghasilkan komposisi sumber daya manusia yang heterogen dari segi latar belakang pendidikan. Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana kolaborasi lintas disiplin berkontribusi terhadap kualitas pengelolaan arsip di Depo Arsip Kota Malang melalui mekanisme yang mengonversi heterogenitas modal manusia menjadi pencapaian karakteristik ARIU (Authenticity, Reliability, Integrity, Usability) sebagaimana ditetapkan dalam ISO 15489. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus eksplanatori. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan 6 informan arsiparis dari berbagai latar belakang pendidikan, observasi partisipatif dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa heterogenitas latar belakang pendidikan menciptakan kondisi task interdependence yang ditransformasikan menjadi kolaborasi efektif melalui boundary work practices: komunikasi lintas batas yang memfasilitasi knowledge translation, regulasi sebagai boundary object, dan hierarkin jenjang sebagai struktur quality assurance berlapis. Mekanisme ini berkontribusi pada pencapaian ARIU melalui diversifikasi perspektif dalam penilaian nilai guna arsip, efisiensi pembagian tugas berbasis kompetensi, dan inovasi pendekatan dalam preservasi dan layanan. Penelitian ini mengonfirmasi dan memperluas Human Capital Theory dengan menunjukkan bahwa investasi modal manusia tidak hanya bergantung pada pelatihan, tetapi juga pada mekanisme integrasi yang memfasilitasi knowledge spillover. Implikasi praktis penelitian ini adalah urgensi formalisasi kolaborasi lintas disiplin melalui SOP, sistem manajemen pengetahuan, dan investasi pelatihan disertai mekanisme knowledge sharing.