Keaktifan gerak merupakan salah satu indikator penting keberhasilan pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), namun dalam praktiknya masih ditemukan siswa yang kurang aktif, terutama pada pembelajaran bola basket. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dalam meningkatkan keaktifan gerak siswa kelas V pada pembelajaran bola basket di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di SDN Bunulrejo 2 Kota Malang pada April–Mei 2026. Partisipan penelitian terdiri atas 28 siswa kelas V dan satu guru PJOK. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, angket respons siswa, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan TGT melalui tahapan penyajian materi, pembentukan tim, games, tournament, dan penghargaan kelompok mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam aktivitas dribbling, passing, dan shooting. Siswa juga menunjukkan antusiasme, kerja sama, komunikasi, tanggung jawab, sportivitas, dan kepercayaan diri yang lebih baik selama pembelajaran. Hambatan yang ditemukan meliputi suasana kelas yang lebih ramai, keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan, dan rendahnya kepercayaan diri sebagian siswa. Penelitian menyimpulkan bahwa model TGT dapat menciptakan pembelajaran bola basket yang lebih aktif, partisipatif, dan menyenangkan serta dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran PJOK di sekolah dasar.