Nanada Ice Natalia
Universitas Islam Negeri Salatiga

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Upaya Menumbuhkan Karakter Gemar Menabung Melalui Sosialisasi Finansial dan Fasilitas Celengan Pada Siswa-Siswi Sekolah Dasar di Desa Pagergunung Estari Budi Saputra; Nanada Ice Natalia; Riana Putri Lesmana; Dwi Puji Lestari; Ma'unati Salsabil; Yusvita Nena Arianta
JUPAMU: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol. 2 No. 1: Oktober 2026
Publisher : Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/jupamu.v2i1.763

Abstract

Belum optimalnya kebiasaan menabung pada siswa sekolah dasar di wilayah pedesaan menunjukkan perlunya pengenalan literasi finansial yang disertai kesempatan untuk mempraktikkan pengelolaan uang. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menumbuhkan karakter gemar menabung pada siswa sekolah dasar di Desa Pagergunung melalui sosialisasi finansial dan penyediaan fasilitas celengan. Kegiatan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berbasis observasi partisipatif dalam rangkaian program Kuliah Kerja Nyata (KKN), dengan sasaran siswa kelas 3 dan 4 MI Ma'arif Pagergunung serta siswa kelas 4 dan 5 SDN Pagergunung. Intervensi dilakukan melalui kegiatan interaktif berupa lagu menabung, video dan presentasi mengenai kebutuhan dan keinginan, kreasi celengan melalui kegiatan mewarnai, serta praktik memasukkan uang ke dalam celengan. Hasil observasi menunjukkan bahwa siswa dapat membedakan kebutuhan dan keinginan dalam konteks pengelolaan uang sederhana dan menunjukkan keterlibatan aktif selama kegiatan kreasi celengan. Sebagian siswa juga secara spontan berinisiatif mempraktikkan kegiatan menabung di depan kelas. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pendekatan edukatif, kreatif, dan berbasis praktik berpotensi menjadi sarana pengenalan literasi finansial dan pembiasaan menabung sejak dini. Keterbatasan kegiatan meliputi pelaksanaan yang singkat, cakupan sasaran yang terbatas, penggunaan observasi tanpa pengukuran sebelum dan sesudah kegiatan, serta belum adanya evaluasi jangka panjang terhadap keberlanjutan perilaku menabung.