Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pengaruh Penambahan Puree Daun Kelor (Moringa Oleifera) Terhadap Karakteristik Kimia Mie Basah Eni Sunarti; Megandhi Gusti Wardhana; Nadya Adharani
National Multidisciplinary Sciences Vol. 5 No. 5 (2026): Proceeding SEMARTANI 5
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v5i5.932

Abstract

Mie basah merupakan salah satu produk pangan yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia karena sifatnya yang praktis dan mudah diolah. Mie basah konvensional umumnya memiliki kandungan protein dan serat yang relatif rendah sehingga kontribusinya terhadap pemenuhan gizi masih terbatas. Salah satu upaya untuk meningkatkan nilai gizi mie basah adalah dengan penambahan bahan pangan alami yang kaya nutrisi, seperti daun kelor (Moringa oleifera). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan puree daun kelor terhadap karakteristik kimia dan kualitas organoleptik mie basah. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan perlakuan dengan empat formulasi, yaitu mie basah tanpa penambahan puree daun kelor sebagai kontrol (P0), serta penambahan puree daun kelor sebanyak 50 gram (P1), 100 gram (P2), dan 150 gram (P3). Parameter karakteristik kimia yang dianalisis meliputi kadar air, kadar protein, dan kadar serat, sedangkan uji organoleptik meliputi warna, aroma, rasa, dan tekstur. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji sidik ragam untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan puree daun kelor berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap karakteristik kimia mie basah. Kadar air meningkat dari 27,52% pada perlakuan kontrol menjadi 36,97% pada perlakuan P3. Kadar protein mengalami peningkatan dari 7,56% pada P0 menjadi 8,60% pada P3, sedangkan kadar serat tertinggi diperoleh pada P3 sebesar 3,09%. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa perlakuan P1 memberikan tingkat penerimaan tertinggi pada atribut aroma, rasa, dan tekstur, sementara warna paling disukai terdapat pada perlakuan P3. Penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan puree daun kelor pada konsentrasi rendah hingga sedang mampu meningkatkan mutu gizi mie basah tanpa menurunkan tingkat penerimaan konsumen.