Egan Evanzha Yudha Amriel
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Brand Awareness dan Pemasaran Digital Melalui Konten Pada Platform TikTok Sentra Wisata Kuliner Lidah Kulon Surabaya Tigris Wirya Nandita; Egan Evanzha Yudha Amriel
POTENSI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Vol. 2 No. 3: September 2026
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/potensi.v2i3.94

Abstract

The Lidah Kulon Culinary Tourism Center is a collection of MSMEs specializing in the culinary sector in Surabaya. Their daily activities are focused solely on selling but lack a deep understanding of digital marketing, resulting in a lack of public awareness. The digital era encourages businesses to be more active in building brand awareness to support product marketing, as this is a crucial component of social media marketing strategies. One platform that currently has significant potential for increasing brand awareness and digital marketing is TikTok. For You Page (FYP) feature is capable of displaying content according to user preferences with a very wide reach, thus potentially increasing brand awareness and digital marketing for business owners. This mentoring aims to equip business owners to be active in content creation to strengthen and expand the reach of the Culinary Tourism Center's brand awareness. The method used is descriptive qualitative, which includes several stages: observation, outreach, mentoring, and evaluation. Through the outreach and mentoring activities in content creation, traders gain insights into the importance of brand awareness and digital marketing, as well as technical skills in content creation. From this activity, traders also gain suitable content preferences based on the evaluation conducted.Sentra Wisata Kuliner Lidah Kulon merupakan kumpulan dari UMKM yang menekuni bidang kuliner di Surabaya, kegiatan hariannya hanya difokuskan untuk berjualan namun kurang mendalami pemasaran digital, sehingga kurang dikenal oleh masyarakat luas. Era digital mendorong pelaku usaha lebih aktif membangun brand awareness untuk menunjang pemasaran produk karena hal ini merupakan komponen penting dalam strategi pemasaran di media sosial, brand awareness akan membuat suatu produk diingat oleh masyarakat ramai. Salah satu platform yang saat ini sangat berpotensi untuk meningkatkan brand awareness dan pemasaran digital adalah TikTok, fitur For You Page (FYP) mampu menampilkan konten sesuai dengan preferensi pengguna dengan jangkauan yang sangat luas, sehingga berpotensi meningkatkan brand awareness dan pemasaran digital para pelaku usaha. Pendampingan ini bertujuan untuk membekali pelaku usahaa agar aktif dalam pembuatan konten demi memperkuat dan memperluas cakupan brand awareness Sentra Wisata Kuliner. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif yang mencakup beberapa tahapan, yakni observasi, sosialisasi, pendampingan, dan evaluasi. Dari kegiatan sosialisasi dan pendampingan pembuatan konten, para pedagang mendapatkan pandangan mengenai pentingnya brand awareness dan pemasaran digital, serta kemampuan teknis dalam membuat konten. Dari kegiatan ini juga pedagang mendapatkan preferensi konten yang cocok berdasarkan evaluasi yang dilakukan.
Pendampingan Pengenalan E-Commerce Sebagai Upaya Pengembangan UMKM Pada Sentra Wisata Kuliner Krembangan Kota Surabaya Luh Putu Restiana Wulandari I Nyoman Budi Wijana; Egan Evanzha Yudha Amriel
POTENSI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Vol. 2 No. 3: September 2026
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/potensi.v2i3.108

Abstract

The development of information technology has encouraged a shift in product marketing patterns from conventional methods to the utilization of digital platforms. However, not all Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) are able to utilize these technologies optimally. This condition was found among merchants at the Krembangan Culinary Tourism Center (SWK Krembangan) in Surabaya, who still rely on conventional marketing methods. This community service activity aimed to provide assistance regarding the utilization of e-commerce as an alternative marketing strategy for business development. The methods employed included observation and problem identification, assistance and socialization activities, discussions and question-and-answer sessions, as well as activity evaluation. The results showed that most merchants were familiar with digital platforms and e-commerce, but had not utilized them optimally in their business activities. Factors such as age, limited technological skills, and low digital literacy were identified as the main barriers to e-commerce adoption. The assistance program improved merchants' understanding of the benefits and opportunities offered by digital technology for marketing purposes. Therefore, continuous assistance is needed to enhance MSME readiness in utilizing digital technology to support business development.Perkembangan teknologi informasi mendorong perubahan pola pemasaran produk dari metode konvensional menuju pemanfaatan platform digital. Namun, tidak semua pelaku usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mampu memanfaatkan teknologi tersebut secara optimal. Kondisi ini ditemukan pada pedagang di Sentra Wisata Kuliner (SWK) Krembangan Kota Surabaya yang masih mengandalkan pemasaran secara konvensional. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan mengenai pemanfaatan e-commerce sebagai alternatif pemasaran usaha. Metode yang digunakan meliputi observasi dan identifikasi masalah, pendampingan dan sosialisasi, diskusi dan tanya jawab, serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar pedagang telah mengenal platform digital dan e-commerce, namun belum memanfaatkannya secara optimal dalam kegiatan usaha. Faktor usia, keterbatasan kemampuan penggunaan teknologi, dan rendahnya literasi digital menjadi hambatan utama. Kegiatan pendampingan memberikan tambahan pemahaman kepada para pedagang mengenai manfaat dan peluang penggunaan teknologi digital sebagai sarana pemasaran. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan berkelanjutan  untuk meningkatkan kesiapan UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital guna mendukung pengembangan usaha.