Latar Belakang: Diabetes Melitus atau yang disingkat dengan DM tipe 2 termasuk penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan secara berkesinambungan dalam periode yang panjang. Upaya mencapai pengendalian kadar glukosa darah yang optimal tidak semata-mata ditentukan oleh terapi farmakologis yang diberikan, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh, kapasitas individu untuk melakukan perawatan diri dipandang sebagai komponen esensial dalam pengelolaan penyakit kronis, karena kemampuan tersebut berperan penting dalam mendukung keberhasilan pemeliharaan kesehatan dan pengendalian penyakit. Tujuan: Mengevaluasi pengaruh optimalisasi strategi model Self Management Orem terhadap pengendalian kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Puskesmas Simbur Naik Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi. Metode: Studi ini menggunakan metode kuantitatif serta desain eksplanatori guna menguji dan menjelaskan keterkaitan antara variabel independen dan dependen, yang dilaksanakan melalui desain survei. Seluruh pasien DM tipe 2 yang menjalani pengobatan di Puskesmas Simbur Naik sebanyak 32 orang ditetapkan sebagai populasi penelitian. Penentuan responden dilakukan dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan sebelumnya. Data mengenai self management dikumpulkan menggunakan kuesioner yang disusun berdasarkan konsep Self Care Deficit Nursing Theory, sedangkan data terkait pengendalian kadar gula darah diperoleh melalui pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS). Analisis data dilakukan dengan menerapkan statistik deskriptif, uji korelasi Pearson, regresi linear sederhana, serta regresi linear berganda. Hasil: Nilai rata-rata skor Self Management Orem tercatat sebesar 83,69±10,885. Sementara itu, rerata kadar gula darah sewaktu responden adalah 148,81±5,245 mg/dL. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat serta signifikan antara Self Management Orem dan kadar gula darah sewaktu (r = -0,973; p = 0,000). Analisis regresi linear sederhana menghasilkan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,946. Berdasarkan regresi linear berganda, aspek pengaturan pola makan teridentifikasi sebagai faktor yang memberikan pengaruh terbesar terhadap kadar gula darah sewaktu (β = -0,528; p = 0,048). Kesimpulan: Peningkatan penerapan strategi Self Management Orem berpengaruh secara signifikan terhadap pengendalian kadar gula darah pada pasien DM tipe 2. Komponen pengaturan pola makan menjadi aspek self management yang memiliki kontribusi paling dominan terhadap keberhasilan kontrol glikemik.