Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah dan berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi serius. Saat ini, diabetes mellitus tidak hanya menyerang kelompok usia dewasa, tetapi juga mulai banyak ditemukan pada remaja. Salah satu faktor risiko yang berperan adalah sedentary life, yaitu kebiasaan duduk dalam waktu lama dengan aktivitas fisik yang minimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku sedentary life dengan risiko kejadian diabetes mellitus pada remaja di Universitas Sari Mulia. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 66 mahasiswa semester dua Fakultas Kesehatan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ) untuk mengukur sedentary life dan Finnish Diabetes Risk Score (FINDRISC) untuk menilai risiko diabetes mellitus. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 81,8% responden memiliki perilaku sedentari tinggi dan 78,8% responden berada pada kategori berisiko mengalami diabetes mellitus. Hasil uji Fisher exact menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku sedentary life dengan risiko diabetes mellitus pada remaja (p = 0,014). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi durasi sedentary life pada remaja, semakin tinggi pula risiko terjadinya diabetes mellitus. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan melalui pengurangan kebiasaan duduk lama, peningkatan aktivitas fisik harian, serta penerapan gaya hidup aktif sejak usia muda guna menurunkan risiko penyakit kronis di masa mendatang.