Andriana Sari
Fakultas Farmasi, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

BIAYA MEDIS LANGSUNG PASIEN HIPERTENSI DI RSUD KOTA YOGYAKARTA Putri Nadhila; Woro Supadmi; Andriana Sari; Basuki Andriyanto Rahmat
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 11 No 2 (2026)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.1290

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan terapi jangka panjang sehingga berpengaruh pada peningkatan biaya pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi biaya medis langsung dari perspektif rumah sakit, serta menganalisis perbedaan biaya medis langsung berdasarkan karakteristik pasien, karakteristik penyakit, dan penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi rawat jalan di RSUD Kota Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional menggunakan pengumpulan data secara retrospektif. Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus OpenEpi dan diperoleh 116 pasien dengan teknik purposive sampling. Sampel meliputi pasien hipertensi rawat jalan peserta JKN periode Januari–Juni 2025 yang memiliki data rekam medis dan data biaya pengobatan lengkap. Data diperoleh dari rekam medis elektronik dan dokumen biaya rumah sakit, kemudian dianalisis secara deskriptif serta menggunakan uji Mann–Whitney dan Kruskal–Wallis untuk mengetahui perbedaan biaya medis langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien berusia >60 tahun (52,58%) dan berjenis kelamin perempuan (67,24%). Sebagian besar pasien termasuk kategori prehipertensi (43,10%) dan memiliki komorbiditas (97,41%). Penggunaan antihipertensi yang paling banyak adalah terapi tunggal golongan Angiotensin Receptor Blocker. Rata rata biaya medis langsung setiap kunjungan rawat jalan sebesar Rp223.721,31 ± Rp274.203,95. Terdapat perbedaan bermakna biaya medis langsung berdasarkan jumlah komorbiditas (p=0,032), jumlah penggunaan semua obat (p<0,001), dan jumlah penggunaan obat antihipertensi (p=0,001). Disimpulkan, total biaya medis langsung pada 116 pasien sebesar Rp31.575.621, dengan komponen biaya terbesar berasal dari obat lain (54,20%), dengan rata-rata biaya sebesar Rp273.721,31 ± Rp274.203,95 per pasien. Serta, jumlah komorbiditas dan penggunaan obat berhubungan dengan biaya medis langsung