Maulana Yusup Maulana
Universitas YPIB Majalengka

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI DESA GANDAWESI KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2026 Wida Riandita Ruswandi Wida; Maulana Yusup Maulana; Merlly Amalia Merlly; Suharno Suharno; Yeti Yuwansyah Yeti
Journal Liaison Academia and Society Vol 6 No 3: September 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/y7qz8x76

Abstract

Diare masih menjadi masalah kesehatan pada balita dan sangat berkaitan dengan kondisi sanitasi lingkungan. Di Desa Gandawesi, kasus diare masih dilaporkan terjadi bersamaan dengan kondisi sanitasi yang tidak memadai, seperti penggunaan sistem drainase terbuka, adanya genangan air, dan penumpukan limbah rumah tangga. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada balita di Desa Gandawesi, Kabupaten Majalengka, tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian terdiri atas 184 balita, dengan sampel sebanyak 65 balita yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, sedangkan analisis data dilakukan melalui analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Pearson Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 20 responden (30,8%) memiliki kondisi sanitasi lingkungan yang tidak memadai, sedangkan 21 balita (32,3%) pernah mengalami diare. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada balita di Desa Gandawesi, Kabupaten Majalengka (p = 0,000). Temuan ini menunjukkan bahwa kondisi sanitasi lingkungan memiliki peran penting dalam pencegahan kejadian diare pada balita. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kebersihan dan sanitasi lingkungan melalui penggunaan air yang aman, pengelolaan limbah rumah tangga, perbaikan drainase, pengurangan genangan air, serta edukasi kepada orang tua mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Pemerintah desa dan puskesmas diharapkan meningkatkan edukasi serta pemantauan sanitasi rumah tangga, khususnya pada keluarga yang memiliki balita. Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan sampel yang lebih besar dan variabel lain, seperti perilaku cuci tangan, kualitas air, kebersihan makanan, status gizi, dan kondisi sosial ekonomi keluarga.