Marjoysa Asnat Limangot
Universitas Harapan Bangsa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Pemberian Hotpack Terhadap Derajat Shivering Pada Pasien Pasca Operasi Dengan Spinal Anestesi Marjoysa Asnat Limangot; Dwi Novitasari; Danang Tri Yudono
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.2137

Abstract

Latar Belakang: Shivering merupakan komplikasi pascaoperasi yang dapat terjadi setelah anestesi spinal akibat gangguan termoregulasi. Pemberian hotpack merupakan salah satu metode nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan derajat shivering. Tujuan: Mengetahui efektivitas pemberian hotpack terhadap penurunan derajat shivering pada pasien pascaoperasi dengan spinal anestesi. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan pretest-posttest control group. Sampel berjumlah 48 responden yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sedangkan pembagian kelompok dilakukan dengan randomisasi sederhana. Kelompok eksperimen diberikan hotpack pada kedua aksila selama 15 menit dengan suhu 40°C, sedangkan kelompok kontrol diberikan selimut sesuai standar rumah sakit. Derajat shivering diukur menggunakan skala 0–3. Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann–Whitney U Test dengan α=0,05. Hasil: Pada kelompok eksperimen, mayoritas responden mengalami shivering derajat 2 pada pretest, yaitu 12 responden (50,0%), sedangkan pada posttest derajat 0 dan 1 masing-masing sebanyak 12 responden (50,0%). Uji Wilcoxon menunjukkan Z=−4,144 dan p-value<0,001. Pada kelompok kontrol, uji Wilcoxon menunjukkan Z=−3,127 dan p-value=0,002. Uji Mann–Whitney pada posttest menunjukkan U=84,000, Z=−4,647, dan p-value <0,001. Kesimpulan: Pemberian hotpack efektif menurunkan derajat shivering pada pasien pascaoperasi dengan spinal anestesi.