Masalah urban menjadi bagian dari kehidupan perkotaan yang tidak lepas dari isu ekonomi. Beban yang menghimpit di lokasi padat penduduk seperti di Kelurahan Sidotopo Wetan bisa berujung pada gesekan sosial jika tidak segera ditemukan solusinya. Kampung Pancasila yang merupakan inisiasi dari Walikota Surabaya, bapak Eri merupakan salah satu solusi umum yang ditawarkan. Konsep keadilan sosial yang menjadi pokok dari butir ke-5 Pancasila dibutuhkan untuk menjamin kesejahteraan tiap warga. Dalam rangka menciptakan kesejahteraan yang berkeadilan sosial, sumber pencaharian baru yang bersifat non-formal sangat dibutuhkan. Tim pengabdian Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya mengadakan sosialisasi untuk mengenalkan konsep freelance, yaitu pekerjaan lepas yang bersifat fleksibel sebagai alternatif sumber ekonomi warga. Kegiatan berpusat pada pemberian wawasan baru mengenai konsep freelance beserta keunggulannya, sumber lowongan dan juga pelatihan- pelatihan yang bisa menjadi referensi penambah keterampilan bekerja yang banyak dibutuhkan. Partisipan yang terdiri dari para ketua Rukun Tetangga (RT) yang berada di bawah naungan Rukun Warga (RW) 08 Kelurahan Sidotopo Wetan beserta ibu- ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) menyimak dan bertambah wawasannya dengan sosialisasi ini. Bapak H. Sukirman selaku ketua RW 08 menghimbau agar meneruskan materi kepada warganya sehingga tercipta konsep sejahtera dalam tiap rumah tangga di kawasan RW 08 Sidotopo Wetan. Pengetahuan yang bertambah ditandai dengan adanya peningkatan skor pre-test dan post-test yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan monitoring dan evaluasi oleh tim pengabdian STIESIA Surabaya.