Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Konstruksi Papua Cool Versus Papua Adat: Representasi Identitas Digital Anak Muda Papua di Tiktok Andi Ahriani; Rina Anggraeni
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2025): October, Educational Science and Educational Management.
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/akrcdt73

Abstract

Media sosial menciptakan ruang baru bagi generasi muda untuk membangun, menampilkan, dan menegosiasikan identitas budayanya. Dalam konteks Papua, TikTok memperlihatkan dua bentuk representasi identitas, yaitu Papua Cool yang berorientasi pada budaya populer digital dan Papua Adat yang berorientasi pada pelestarian budaya lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi Papua Cool dan Papua Adat sebagai representasi identitas digital anak muda Papua di TikTok. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi digital yang dipadukan dengan analisis isi kualitatif. Data primer diperoleh melalui observasi digital terhadap delapan akun TikTok yang dipilih secara purposif dan merepresentasikan fashion, bahasa, musik, serta dance sebagai bentuk ekspresi identitas budaya Papua. Analisis data menggunakan model etnografi Spradley yang dipadukan dengan perspektif konstruksi sosial Berger dan Luckmann serta konsep nexus global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas Papua di TikTok tidak direpresentasikan secara tunggal, melainkan melalui proses negosiasi antara budaya lokal dan budaya global yang menghasilkan kategori Papua Cool dan Papua Adat. Penelitian menyimpulkan bahwa TikTok tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai ruang strategis bagi reproduksi, pelestarian, dan transformasi identitas budaya Papua dalam masyarakat digital kontemporer.