Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN MODERASI KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL PADA PENGARUH KEBERLANJUTAN, KEBERAGAMAN DEWAN, DAN PENGHINDARAN PAJAK TERHADAP KINERJA KEUANGAN INDUSTRI DASAR Putri Maharani; Ahmad Junaidi; Ahmad Sumarlan; Rina Yuniarti4
Jurnal Akuntansi, Keuangan, Perpajakan dan Tata Kelola Perusahaan Vol. 4 No. 1 (2026): September
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jakpt.v4i1.4625

Abstract

Kinerja keuangan adalah salah satu indikator krusial untuk menilai kemampuan suatu perusahaan dalam memanfaatkan sumber daya dan mempertahankan kelangsungan usaha, terutama pada perusahaan di sektor manufaktur Industri Dasar yang menghadapi tantangan berkenaan dengan tanggung jawab lingkungan, variasi dewan direksi, dan efisiensi perpajakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dampak dari Corporate Social Responsibility (CSR), Green Accounting, keberagaman gender, keberagaman usia, serta Tax Avoidance terhadap kinerja keuangan dan menguji peran kepemilikan institusional sebagai variabel moderasi. Kinerja keuangan diukur dengan menggunakan Return on Assets (ROA). Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan populasi mencakup 75 perusahaan dan sampel yang terdiri dari 10 perusahaan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yang menghasilkan 60 observasi dalam rentang tahun 2019 hingga 2024. Untuk analisis data, regresi data panel digunakan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa CSR, Green Accounting, keberagaman gender, keberagaman usia, dan Tax Avoidance tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Sementara itu, kepemilikan institusional memperkuat hubungan antara CSR dan keberagaman gender dengan kinerja keuangan, tetapi memperlemah hubungan antara keberagaman usia dan kinerja keuangan. Di sisi lain, kepemilikan institusional tidak memoderasi pengaruh Green Accounting dan Tax Avoidance pada kinerja keuangan. Hasil ini mengindikasikan bahwa pengawasan institusional memiliki peran penting dalam memengaruhi hubungan antara karakteristik tata kelola dan kinerja finansial perusahaan. Penelitian ini memberikan implikasi bagi manajer dan pemegang saham untuk meningkatkan pengawasan institusional serta memperbaiki kebijakan yang berkaitan dengan keberlanjutan dan tata kelola perusahaan. Keterbatasan dalam penelitian ini terletak pada ukuran sampel dan bidang yang terbatas, sehingga pada penelitian mendatang dapat memperluas cakupan sampel, periode observasi, dan variabel yang dianalisis.