Perkembangan teknologi otomasi dan sistem berbasis sensor pada era Revolusi Industri 4.0 menuntut lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri. Namun pembelajaran di SMKN 1 Kertak Hanyar, khususnya pada jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), masih didominasi oleh instalasi listrik konvensional dan belum banyak mengintegrasikan sistem otomasi terapan, termasuk dalam mengelola sampah yang masih dilakukan secara manual. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara kompetensi siswa dan tuntutan teknologi, sehingga diperlukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bersifat aplikatif dan kontekstual. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan pendidikan vokasional berbasis praktik (learning by doing). Sasaran kegiatan adalah siswa jurusan TITL SMKN 1 Kertak Hanyar yang dipilih berdasarkan kesesuaian kompetensi dasar kelistrikan yang telah dimiliki. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu memahami konsep dasar sistem otomasi berbasis sensor serta mengintegrasikannya dengan teori instalasi listrik yang telah dipelajari. Seluruh kelompok peserta berhasil merancang dan merakit bak sampah otomatis yang berfungsi dengan baik. Kegiatan ini juga mendorong peningkatan motivasi belajar, kemampuan kerjasama tim, serta kesadaran siswa terhadap pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan lingkungan. Kendala teknis yang ditemukan terkait efisiensi sumber daya listrik. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian adalah pelatihan ini meningkatkan kompetensi, kreativitas, dan pemahaman siswa terhadap sistem otomasi sederhana.