Yuyun Yuniarsih
Program Studi Magister Manajemen, Pascasarjana Manajemen, Universitas Sangga Buana YPKP Bandung, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mengembangkan Model PARTNER untuk Manajemen Mutu Sumber Daya Manusia Sekolah: Studi Kasus Kualitatif di Indonesia Khilda Fauziah Lasminingsih; Kosasih Kosasih; Yuyun Yuniarsih
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026): September-December 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i3.5887

Abstract

Peningkatan kualitas layanan pendidikan memerlukan manajemen sumber daya manusia (SDM) sekolah yang mengintegrasikan pengembangan profesional, evaluasi berkelanjutan, dukungan organisasi, dan kolaborasi dengan orang tua. Namun, praktik-praktik tersebut kerap dilaksanakan secara terpisah sehingga diperlukan kerangka manajemen yang koheren dan sesuai dengan konteks sekolah. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Model PARTNER sebagai kerangka manajemen kualitas SDM sekolah yang berlandaskan evaluasi berkelanjutan dan kolaborasi sekolah–orang tua. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SD Abu Aziz, Bandung, Indonesia. Sepuluh partisipan, yang terdiri atas kepala sekolah, tiga guru, tiga orang tua, seorang anggota komite sekolah, seorang pengawas sekolah, dan seorang perwakilan Dinas Pendidikan setempat, dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Analisis data mengikuti model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, dengan dukungan NVivo serta tahapan pengodean terbuka, aksial, dan selektif. Kredibilitas data didukung melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu, serta member checking. Temuan penelitian menghasilkan tujuh komponen yang saling berkaitan, yaitu Planning, Advancement, Review, Togetherness, Needs, Enabling, dan Reinforcement. Ketujuh komponen tersebut mengintegrasikan perencanaan SDM, pengembangan profesional, evaluasi dan tindak lanjut, kemitraan sekolah–orang tua, pemenuhan kebutuhan pemangku kepentingan, dukungan organisasi, serta budaya mutu reflektif. Kontribusi penelitian ini terletak pada sintesis praktik-praktik tersebut ke dalam kerangka konseptual yang kontekstual untuk manajemen kualitas SDM sekolah. Model PARTNER dapat menjadi landasan refleksi dan perbaikan berkelanjutan di tingkat sekolah. Namun, efektivitas dan keterterapannya pada konteks yang lebih luas masih perlu diuji secara empiris.
Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Pengembangan Profesional sebagai Prediktor Keterikatan Kerja Guru: Studi pada Sekolah Mitra Eduversal di Indonesia Ridho Anwar Tumbuan; Sedarmayanti Sedarmayanti; Yuyun Yuniarsih
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026): September-December 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i3.5888

Abstract

Keterikatan kerja guru merupakan aspek penting dalam organisasi pendidikan yang tidak hanya dipengaruhi oleh karakteristik individu, tetapi juga oleh kepemimpinan dan kesempatan pengembangan profesional yang tersedia di sekolah. Pemahaman mengenai hubungan sumber daya organisasi tersebut dengan keterikatan kerja menjadi penting untuk memperkuat dukungan terhadap guru dalam beragam konteks sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kepemimpinan kepala sekolah dan pengembangan profesional dengan keterikatan kerja guru pada sekolah mitra Eduversal di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional), berdasarkan data sekunder Staff School Satisfaction Survey tahun ajaran 2025-2026. Data mencakup 250 guru dari 13 sekolah yang tersebar di tujuh provinsi dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson, serta regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan korelasi positif yang kuat antara kepemimpinan kepala sekolah dan keterikatan kerja (r = 0,806; p < 0,001), serta antara pengembangan profesional dan keterikatan kerja (r = 0,777; p < 0,001). Dalam model regresi, kepemimpinan (β = 0,513; p < 0,001) dan pengembangan profesional (β = 0,370; p < 0,001) merupakan prediktor positif dan signifikan. Kedua variabel secara bersama-sama menjelaskan 70,1% variasi keterikatan kerja guru (R² = 0,701). Penelitian ini memberikan bukti empiris kontekstual dengan menguji kepemimpinan dan pengembangan profesional secara simultan sebagai sumber daya organisasi yang saling melengkapi. Temuan ini menegaskan pentingnya menyelaraskan kepemimpinan sekolah yang suportif dengan kesempatan belajar profesional yang bermakna. Namun, desain potong lintang tidak memungkinkan penarikan kesimpulan kausal, dan generalisasi temuan perlu dibatasi pada konteks sekolah yang diteliti.