Latifah Al-Ansoriah
Universitas Islam Negri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendampingan Baca Al-Qur'an Melalui Metode Tajwid Praktis pada Jamaah Majelis Raudhatul Qohwah Parit Tanjung Riau II Latifah Al-Ansoriah; Herwan; Muklis Lubis; Ridwan; Sudirman
Al-Khidmah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2026): Al-Khidmah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : STAI Pelabuhan Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51729/al-khidmah.422488

Abstract

Rendahnya literasi Al-Qur’an di kalangan jamaah dewasa akibat keterbatasan akses metode pembelajaran yang ramah pembelajar dewasa menjadi isu utama di wilayah perdesaan. Pengabdian masyarakat ini berfokus pada pengorganisasian komunitas dan peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an jamaah Majelis Raudhatul Qohwah di Parit Tanjung Riau II, Desa Lubuk Kempas, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Tujuan utama program ini adalah mendampingi jamaah dewasa menguasai kaidah tajwid dan makhraj secara praktis serta mendorong transformasi sosial komunitas. Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang dipadukan dengan prinsip Andragogi melalui teknik talaqqi, musyafahah, dan group drilling. Hasil pendampingan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan bacaan Al-Qur’an jamaah dari rata-rata awal 28,3% menjadi 85,0% (meningkat sebesar 56,7%). Pendekatan individual yang sabar berhasil mengikis rasa malu dan meningkatkan efikasi diri jamaah. Selain peningkatan kapasitas teknis, pengabdian ini melahirkan pranata sosial baru berupa tradisi Khotaman Al-Qur’an di rumah duka warga yang meninggal dunia, yang sebelumnya tidak pernah ada sepanjang delapan tahun berdirinya majelis. Program ini juga mengukuhkan peran pimpinan majelis sebagai local champion serta memicu inisiasi mandiri pembentukan Kelas Khusus Iqro Bapak-Bapak. Kesimpulannya, integrasi metode PAR dan Andragogi tidak hanya efektif menyelesaikan masalah teknis literasi keagamaan, tetapi juga mampu mengonversi kapasitas individu menjadi kapital sosial yang memperkuat kohesi masyarakat.