Marhamah Marhamah
Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pengelolaan Sumber Daya Manusia pada Yayasan Nurul Ghufron di Kabupaten Ketapang Viviani Viviani; Marhamah Marhamah; Edy Suchmawan Saputra
Journal Economy and Currency Study (JECS) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jecs.v8i1.3747

Abstract

Yayasan Nurul Ghufron di Kabupaten Ketapang mengalami perkembangan seiring meningkatnya jumlah santri yang berdampak pada semakin kompleksnya pengelolaan sumber daya manusia. Kondisi tersebut ditandai dengan keterbatasan jumlah tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, penempatan guru yang belum seluruhnya sesuai bidang keahlian, keterbatasan sarana dan prasarana, serta pelaksanaan pelatihan kompetensi yang masih bergantung pada pihak eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengelolaan sumber daya manusia, kendala yang dihadapi, serta upaya yayasan dalam mendukung kualitas dan kinerja sumber daya manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan Ketua Yayasan, kepala setiap lembaga, dan delapan orang guru, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sumber daya manusia dilakukan melalui perencanaan, pengorganisasian, rekrutmen, pengembangan kompetensi melalui pelatihan dan seminar eksternal, pengawasan dan evaluasi kinerja, serta pembinaan bernuansa religi. Kendala meliputi keterbatasan tenaga tetap, perangkapan tugas, belum adanya pelatihan internal, keterbatasan sarana dan prasarana, serta evaluasi kinerja yang belum terdokumentasi secara berkelanjutan. Upaya perbaikan dilakukan melalui penyusunan evaluasi kinerja yang terstruktur, pelaksanaan pelatihan internal, dan pemenuhan sarana pendukung secara bertahap.
Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia Berbasis Nilai-Nilai Aswaja untuk Meningkatkan Kapasitas Kader MWCNU Sungai Melayu Rayak Faturohman Faturohman; Marhamah Marhamah; Rosadi Jamani
Journal Economy and Currency Study (JECS) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jecs.v8i1.3755

Abstract

Pengembangan sumber daya manusia pada organisasi keagamaan tidak hanya memerlukan peningkatan kompetensi, tetapi juga penguatan nilai dan karakter kader. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengembangan sumber daya manusia berbasis nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama'ah an-Nahdliyah dalam meningkatkan kapasitas kader MWCNU Sungai Melayu Rayak, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta mendeskripsikan dampaknya terhadap perkembangan kader. Ruang lingkup kajian mencakup proses perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, internalisasi nilai Aswaja, dan perubahan kapasitas kader. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Informan dipilih secara purposif dan berjumlah sembilan orang yang terdiri atas pimpinan, pengurus, pimpinan badan otonom, dan kader. Data dikumpulkan melalui wawancara semiterstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Kredibilitas temuan dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kader direncanakan secara partisipatif melalui musyawarah dan dilaksanakan melalui kajian ke-NU-an, kegiatan selapanan, kaderisasi formal, pelatihan kepemimpinan, pelatihan fardu kifayah, dan pelayanan sosial. Nilai tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i'tidal diinternalisasikan melalui amaliyah, fikrah, dan harakah. Strategi tersebut mendukung peningkatan pemahaman Aswaja, kemampuan berorganisasi, kepemimpinan, loyalitas, spiritualitas, dan kepedulian sosial kader. Pelaksanaannya didukung oleh kepercayaan masyarakat, tokoh agama, struktur organisasi, dan semangat pengabdian, tetapi dibatasi oleh anggaran, waktu, kondisi geografis, sarana, dokumentasi, dan kemampuan teknologi. Temuan menegaskan perlunya mempertahankan pembinaan kultural sekaligus memperkuat kaderisasi berjenjang, kompetensi teknis-manajerial, pendanaan, dan sistem evaluasi.