Yulia Oktapiana
Prodi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Bakti Tunas Husada, Tasikmalaya, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REVIEW ARTICLE: POTENSI SENYAWA LUTEOLIN DALAM MENGATASI PENYAKIT KANKER PAYUDARA (Carcinoma mammae) MELALUI PENDEKATAN IN SILICO DENGAN STUDI MOLECULAR DOCKING Fadhiilah Nur Fariidah; Irma Amalia; Yulia Oktapiana
Kartika Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Jenderal Achmad Yani, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/kjif.v10i1.1075

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker dengan prevalensi tinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Pengobatan konvensional seperti kemoterapi masih menimbulkan banyak efek samping, sehingga diperlukan alternatif terapi yang lebih efektif dan minim toksisitas. Luteolin, senyawa flavonoid yang ditemukan dalam berbagai tanaman, telah menunjukkan potensi sebagai agen antikanker melalui mekanisme induksi apoptosis, penghambatan angiogenesis, dan modulasi jalur pensinyalan sel kanker. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengevaluasi potensi luteolin sebagai agen antikanker payudara melalui pendekatan in silico dengan metode molecular docking. Kajian ini menggunakan metode studi literatur sistematis dari enam artikel ilmiah yang dipublikasikan antara tahun 2021-2024, menggunakan database seperti PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Hasil kajian menunjukkan bahwa luteolin memiliki afinitas ikatan yang tinggi terhadap berbagai target molekuler penting dalam kanker payudara seperti aromatase (3EQM), ER-alpha, SGK1, dan PLK1. Luteolin juga menunjukkan aktivitas biologis yang mencakup induksi apoptosis, penghambatan proliferasi dan metastasis sel kanker, serta peningkatan efektivitas saat diformulasikan dengan nanopartikel ZnO. Namun, analisis toksisitas in silico mengindikasikan adanya potensi karsinogenik genotoksik, meskipun tidak menunjukkan sifat toksik secara nongenotoksik. Luteolin memiliki potensi sebagai antikanker payudara multitarget dengan mekanisme kerja yang kompleks dan luas. Dengan demikian, diperlukan penelitian lebih lanjut secara in vitro dan in vivo untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.  Kata kunci: Kanker payudara, luteolin, molecular docking.   Breast cancer is one type of cancer with a high prevalence in the world, including in Indonesia. Conventional treatments such as chemotherapy still cause many  side  effects, so alternative therapies that are more effective and minimize toxicity are needed. Luteolin, a flavonoid compound found in various plants, has shown potential as an anticancer agent through the mechanisms of apoptosis induction, angiogenesis inhibition, and modulation of cancer cell signaling pathways. The purpose of this study is to evaluate the potential of luteolin as a breast anticancer agent through an in silico approach with molecular docking method. This study uses a systematic literature study method from six scientific articles published between 2021-2024, using databases such as PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar. The results showed that luteolin has high binding affinity to various important molecular targets in breast cancer such as aromatase (3EQM), ER-alpha, SGK1, and PLK1. Luteolin also exhibits biological activities that include induction of apoptosis, inhibition of cancer cell proliferation and metastasis, and enhanced effectiveness when formulated with ZnO nanoparticles. However, in silico toxicity analysis indicated genotoxic carcinogenic potential, although it did not show nongenotoxic properties. Luteolin has potential as a multitarget breast anticancer with a complex and broad mechanism of action. Thus, further in vitro and in vivo studies are needed to ensure its safety and clinical effectiveness.  Keywords: Breast cancer, luteolin, molecular docking.