Satwika Budi Sawitri
Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN DALAM SEDIAAN MASKER PEEL-OFF Satwika Budi Sawitri; Indah Tri Lestari; Dinny Meliana Safitri; Septian Maulid Wicahyo
Kartika Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Jenderal Achmad Yani, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/kjif.v10i1.1119

Abstract

Kulit bawang merah kaya akan serat, polifenol, flavonoid, terpenoid, steroid, tannin, dan antosianin. Senyawa bioaktif pada tanaman yang bersifat fotoprotektif dapat menyerap sinar UV dan memiliki aktivitas antioksidan adalah flavonoid dan antosianin. Berdasarkan kandungan senyawa aktif dalam kulit bawang merah tersebut dapat dikembangkan menjadi sediaan masker antioksidan. Masker peel-off memberikan manfaat lebih optimal dalam mengangkat sel kulit mati, membersihkan pori-pori, peremajaan kulit, memberikan sensasi segar dan lembap pada kulit serta mengurangi dampak paparan radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi limbah kulit bawang merah dan memaksimalkan pemanfaatannya dengan pengembangan menjadi produk masker antioksidan. Metode penelitian ini menggunakan eksperimental laboratorium dengan konsentrasi ekstrak kulit bawang merah sebesar 5%, 8%, dan 11%. Ekstrak kulit bawang merah dibuat formula masker peel-off kemudian diuji mutu dan aktivitasnya sebagai antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan semua sediaan F1 (5%), F2 (8%) dan F3 (11%) telah memenuhi standar mutu sediaan masker peel-off dengan pH pada rentang 4,7-5,6; viskositas berkisar 1.755,6-3.742,6 cPs; waktu mengering 18-30 menit dan kategori sangat kuat sebagai antioksidan dengan IC50 berturut-turut 5,64; 5,50; 4,53 ppm. Berdasarkan penelitian ini, disimpulkan bahwa aktivitas antioksidan tertinggi pada F3 dengan nilai IC50 sebesar 4,53 ppm yang hampir setara dengan aktivitas antioksidan asam askorbat sebesar 4,37 ppm.  Kata kunci:  Antioksidan, bawang merah, masker, peel-off   Shallot skins are rich in fiber, polyphenols, flavonoids, terpenoids, steroids, tannins, and anthocyanins. Flavonoids and anthocyanins are bioactive compounds possessing antioxidant activity and photoprotective properties capable of absorbing UV rays. Given this content of active compounds, shallot skins can be developed into antioxidant peel-off mask formulations. Peel-off masks offer optimal benefits by removing dead skin cells, cleansing pores, rejuvenating the skin, providing a refreshing and moisturizing sensation, and mitigating the impact of free radical exposure. This study aimed to maximize the utilization of shallot skins and reduce waste by developing an antioxidant peel-off mask product. An experimental laboratory method was employed, utilizing shallot skin extract concentrations of 5%, 8%, and 11%. The extract was formulated into peel-off masks, which were subsequently tested for quality and antioxidant activity. The results showed that all formulations F1 (5%), F2 (8%), and F3 (11%) met quality standards for peel-off masks, with pH levels ranging from 4.7 to 5.6, viscosity between 1,755.6 and 3,742.6 cP, and drying times of 18–30 minutes. All formulations exhibited "very strong" antioxidant activity, with IC50 values ​​of 5.64, 5.50, and 4.53 ppm, respectively. The study concludes that the formulation with the highest antioxidant activity was F3, with an IC50 value of 4.53 ppm—a level nearly equivalent to the antioxidant activity of ascorbic acid (4.37 ppm).  Keywords: Antioxidant, red onion, mask, peel-off