Dino Surya Werdhatama
Universitas Islam Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Status Vitamin D dengan Proteinuria dan Perkembangan Penyakit Ginjal Kronik pada Anak:  Literature Review Dino Surya Werdhatama; Fauzan A. Alkhairi
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 3 (2026): September-Desember Integrating Multidisciplinary Knowledge for Sustainable Comm
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/q5w8f377

Abstract

Penyakit ginjal kronik (PGK) pada anak dapat menyebabkan gangguan metabolisme vitamin D. Defisiensi vitamin D sering ditemukan dan diduga berhubungan dengan proteinuria serta progresi penyakit. Literature review ini bertujuan mengkaji hubungan status vitamin D dengan proteinuria dan progresi PGK pada anak. Kajian naratif dilakukan dengan alur PRISMA 2020. Literatur diperoleh dari PubMed/MEDLINE, dan dari 17 artikel, tujuh dinilai paling relevan. Hasil menunjukkan defisiensi vitamin D ditemukan pada 28% kohort CKiD dan sekitar dua pertiga kohort 4C. Defisiensi vitamin D secara konsisten berhubungan dengan proteinuria atau albuminuria pada kohort CKiD, 4C, ESCAPE, dan lupus nefritis pediatri. Kadar 25(OH)D yang lebih tinggi berhubungan dengan proteinuria lebih rendah dan preservasi fungsi ginjal lebih baik, sedangkan FGF23 merupakan prediktor independen progresi PGK. Mekanisme yang menghubungkan vitamin D dan proteinuria meliputi kehilangan vitamin D-binding protein melalui urine, penurunan aktivasi vitamin D, serta gangguan regulasi RAAS dan fungsi podosit melalui VDR. Dengan demikian, defisiensi vitamin D merupakan komponen penting dalam perjalanan PGK pediatri, terutama pada pasien dengan proteinuria, meskipun belum dapat dipastikan sebagai penyebab langsung progresi penyakit. Penelitian longitudinal dan uji klinis masih diperlukan untuk menilai apakah koreksi defisiensi vitamin D dapat menurunkan proteinuria dan memperlambat progresi PGK.