Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dalam memperkuat karakter religius dan toleransi peserta didik di sekolah multireligius, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta mengkaji upaya sekolah dalam mengatasinya. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMPN 4 Tewang Sangalang Garing, Kabupaten Katingan. Informan dipilih secara purposive, meliputi kepala sekolah, guru agama Islam, guru agama Kristen, serta peserta didik beragama Islam, Kristen, dan Hindu Kaharingan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil: Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa diimplementasikan melalui pembiasaan kegiatan keagamaan sesuai agama masing-masing peserta didik serta penguatan sikap saling menghormati dalam kehidupan sekolah. Kendala yang dihadapi meliputi rendahnya konsistensi kedisiplinan sebagian peserta didik, belum optimalnya dukungan keluarga, serta keterbatasan sarana pembinaan keagamaan. Sekolah mengatasinya melalui pembiasaan berkelanjutan, keteladanan guru, penguatan budaya toleransi, dan kerja sama dengan keluarga serta tokoh agama. Implikasi: Penguatan karakter religius di sekolah multireligius perlu diintegrasikan dengan pembentukan toleransi melalui pengalaman keagamaan dan interaksi sosial. Kebaruan: Penelitian ini menawarkan pola implementasi yang mengintegrasikan pembiasaan keagamaan, keteladanan guru, religiusitas, budaya toleransi, dan dukungan keluarga pada peserta didik Islam, Kristen, dan Hindu Kaharingan. Penelitian Selanjutnya: Penelitian mendatang disarankan membandingkan pola tersebut pada sekolah multireligius dengan karakter sosial, budaya, dan keagamaan yang berbeda.