Saeed Feizabadi
University of Oviedo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Shiʻism in Aljamiado-Morisco Literature of Islamic Spain: Textual Evidence and Comparative Perspectives from Persian Literature Saeed Feizabadi
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies Vol 64, No 1 (2026)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.2026.641.187-217

Abstract

This article examines whether Shiʻism is represented in transliterated aljamiado-Morisco literature in Islamic Spain. It adopts the position that sectarian elements may be identified through careful textual analysis without presupposing institutional Shiʻi structures. The study comparatively analyzes selected manuscripts, including Ms. 565 (University of Bologna) and Ms. 5337 (National Library of Madrid), and distinguishes between explicit and implicit Shiʻi elements. These materials are considered alongside narratives included in the Jang-Nāmeh, one of numerous works that followed Ferdowsī’s Shahnameh, a major work of Persian epic literature. In the Jang-Nāmeh, ʻAlī ibn Abī Ṭālib appears as an epic-religious figure, while the other three caliphs are absent or presented only briefly. The findings indicate the presence of narrative, doctrinal, and commemorative features, especially those concerning ʻAlī’s prominent position and the Twelve Imāms, which suggest the circulation of Shiʻi-inflected memories within a predominantly Sunni environment.[Artikel ini mengkaji apakah Syiah direpresentasikan dalam literatur Aljamiado-Morisco yang ditransliterasikan di Spanyol Islam. Artikel ini berangkat dari pandangan bahwa unsur-unsur sektarian dapat diidentifikasi melalui analisis tekstual yang cermat tanpa mengandaikan keberadaan struktur kelembagaan Syiah. Penelitian ini secara komparatif menganalisis beberapa manuskrip terpilih, termasuk Ms. 565 (Universitas Bologna) dan Ms. 5337 (Perpustakaan Nasional Madrid), serta membedakan antara unsur-unsur Syiah yang eksplisit dan implisit. Bahan-bahan tersebut dikaji bersama narasi-narasi yang terdapat dalam Jang-Nāmeh, salah satu dari sejumlah karya yang mengikuti tradisi Shahnameh karya Ferdowsī, sebuah karya utama dalam sastra epik Persia. Dalam Jang-Nāmeh, ʻAlī ibn Abī Ṭālib tampil sebagai figur epik-religius, sementara tiga khalifah lainnya tidak muncul atau hanya ditampilkan secara singkat. Temuan penelitian menunjukkan adanya unsur-unsur naratif dan doktrinal, terutama yang berkaitan dengan kedudukan penting ʻAlī dan Dua Belas Imam, yang mengindikasikan sirkulasi ingatan yang dipengaruhi oleh tradisi Syiah dalam lingkungan yang didominasi oleh Sunni.]