Limited human resources, facilities, and funding have left the teaching materials at Madrasah Ibtidaiyah Swasta Raudhatul Jannah, South Tangerang City, manually produced and outdated. This community service activity aimed to improve teacher competence in composing and visualising teaching materials by using artificial intelligence technology. The activity was held on 14 September 2024 and was attended by teachers and education personnel of the partner school. The implementation method consisted of four stages, namely a needs survey and analysis, an introductory session on information technology and artificial intelligence developments, training on composing teaching materials using a conversational language model, and training on designing visual teaching materials using an online design application. Evaluation was carried out through a pre-test and post-test, practice observation, and assessment of the resulting products. The results showed an improvement in participant understanding across all measured aspects, moving from the low category to the high category. Participants produced twenty-four digital teaching materials in the form of infographics, learning videos, and interactive presentations, together with fifty sets of printed teaching materials such as posters, banners, and visual teaching aids. Teachers were also able to operate both applications independently after the mentoring ended. This activity demonstrates that well-targeted intelligent technology can address the resource limitations of a madrasah while strengthening the synergy between higher education institutions and primary education units. Abstrak Keterbatasan sumber daya manusia, sarana, dan pendanaan menyebabkan bahan ajar di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Raudhatul Jannah, Kota Tangerang Selatan, masih disusun secara manual dan kurang mutakhir. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun dan memvisualisasikan bahan ajar dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan. Kegiatan dilaksanakan pada 14 September 2024 dan diikuti oleh guru serta tenaga kependidikan madrasah mitra. Metode pelaksanaan terdiri atas empat tahap, yaitu survei dan analisis kebutuhan, penyuluhan pengenalan perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan, pelatihan penyusunan materi ajar menggunakan model bahasa percakapan, serta pelatihan perancangan visual bahan ajar menggunakan aplikasi desain dalam jaringan. Evaluasi dilakukan melalui tes awal dan tes akhir, observasi praktik, dan penilaian produk bahan ajar. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta pada seluruh aspek yang diukur, dari kategori rendah menjadi kategori tinggi. Peserta menghasilkan dua puluh empat bahan ajar digital berupa infografis, video pembelajaran, dan presentasi interaktif, serta lima puluh set bahan ajar cetak berupa poster, spanduk, dan alat peraga visual. Guru juga mampu mengoperasikan kedua aplikasi secara mandiri setelah pendampingan berakhir. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi cerdas yang tepat sasaran dapat menjadi solusi atas keterbatasan sumber daya madrasah sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan dasar. Kata Kunci: bahan ajar; canva; chatgpt; kecerdasan buatan; visualisasi