Muhammad Arif Syihabuddin
Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KOMPARATIF MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM DAN RELEVANSINYA DALAM PENDIDIKAN MODERN ABAD KE-21 Nafaisal Ulumi; Ifa Zumrotin; Ali Ahmad Yenuri; Muhammad Arif Syihabuddin
Al-Mumtaz: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2026): Vol. 3 No.2 Oktober 2026
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/al-mumtaz.v3i2.3342

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif berbagai model pengembangan kurikulum serta mengkaji relevansinya terhadap kebutuhan pendidikan modern abad ke-21. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) yang bersifat deskriptif-analitis. Data diperoleh dari berbagai buku, artikel jurnal, dan publikasi ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi melalui proses identifikasi, seleksi, kategorisasi, perbandingan, interpretasi, dan sintesis. Kajian ini membahas delapan model pengembangan kurikulum, yaitu The Administrative Model, The Grass Roots Model, The Demonstration Model, Beauchamp’s System Model, Taba’s Inverted Model, Roger’s Interpersonal Relation Model, The Systematic Action Research Model, dan Emerging Technical Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap model memiliki karakteristik, keunggulan, keterbatasan, dan relevansi yang berbeda. Tidak terdapat satu model yang secara mutlak paling sesuai untuk seluruh konteks pendidikan abad ke-21. Pendidikan modern membutuhkan kurikulum yang fleksibel, kontekstual, humanis, inovatif, reflektif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Oleh karena itu, pengembangan kurikulum lebih relevan dilakukan melalui pendekatan integratif yang memadukan standardisasi, fleksibilitas, partisipasi guru, pendekatan humanistik, evaluasi berkelanjutan, inovasi, serta pemanfaatan teknologi. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan kurikulum yang lebih adaptif terhadap perubahan dan kebutuhan kompetensi peserta didik pada abad ke-21.