Naharul Muthmainnah
Universitas Muria Kudus

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Layanan Konseling Kelompok Cognitive Behavioral Therapy Berbantuan Media Vision Board Untuk Mengatasi Kecemasan Belajar Siswa Naharul Muthmainnah; Indah Lestari; Affiyani Pramono
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.1439

Abstract

Kecemasan belajar merupakan permasalahan psikologis yang banyak dijumpai pada siswa Sekolah Menengah Atas dan berpotensi menghambat pencapaian tugas perkembangan serta prestasi akademik apabila tidak ditangani secara tepat. Penelitian tindakan bimbingan dan konseling (PTBK) ini bertujuan untuk mengatasi kecemasan belajar pada siswa Kelas X E-11 SMA Negeri 1 Bae Kudus melalui layanan konseling kelompok dengan pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) berbantuan media Vision Board. Subjek penelitian berjumlah enam siswa yang dipilih berdasarkan hasil Daftar Cek Masalah (DCM) dan Analisis Kebutuhan Peserta Didik (AKPD). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tiga pertemuan, mengikuti tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui angket skala kecemasan belajar, observasi, dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif komparatif untuk data kuantitatif dan analisis induktif untuk data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan penurunan tingkat kecemasan belajar secara konsisten, dari kategori Sangat Tinggi (87%) pada kondisi pra-siklus menjadi kategori Sedang (70%) pada akhir siklus I, dan menjadi kategori Rendah (43%) pada akhir siklus II, atau setara dengan penurunan sebesar 44 poin persentase (±50,6%). Temuan ini membuktikan bahwa layanan konseling kelompok dengan pendekatan CBT berbantuan media Vision Board efektif menurunkan kecemasan belajar siswa dan dapat menjadi alternatif layanan bagi guru bimbingan dan konseling di sekolah.