This Author published in this journals
All Journal Mahaguru
Tamariska Sarbani Barus
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Medan, Medan, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kesulitan Menulis Teks Ulasan pada Siswa Kelas VI: Perspektif Guru di SDN 106812 Bandar Klippa Silvia Varanisa Nainggolan; Tamariska Sarbani Barus; Sandiva Enjelica Lesmana; Eounike Trifena Ginting
Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah DasarĀ  Vol. 4 No. 1 (2023): Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/mgr.v4i1.441

Abstract

Kemampuan menulis teks ulasan menuntut siswa mengintegrasikan pemahaman bacaan, penafsiran, penilaian, dan pengorganisasian gagasan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kesulitan menulis teks ulasan pada siswa kelas VI berdasarkan perspektif guru di SDN 106812 Bandar Klippa, faktor yang menyertainya, dan respons pembelajaran yang digunakan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data utama adalah seorang guru kelas VI-B pada kelas yang beranggotakan 26 siswa. Data diperoleh melalui wawancara/kuesioner terstruktur yang memuat 10 pertanyaan dan dokumentasi pendukung, kemudian dikelompokkan ke dalam tema kesulitan, faktor penyebab, strategi pembelajaran, dan capaian belajar. Guru melaporkan bahwa kesulitan paling menonjol terdapat pada tahap menafsirkan isi dan menganalisis teks. Faktor internal yang dominan adalah rendahnya minat membaca, sedangkan faktor eksternal mencakup keterbatasan media pembelajaran dan tidak meratanya dukungan keluarga. Guru menyatakan menggunakan Problem-Based Learning, diskusi, demonstrasi, pembiasaan literasi sebelum pembelajaran, motivasi, bimbingan, dan ice breaking. Nilai rata-rata siswa dilaporkan berada pada rentang 75-79 dengan KKM 70. Temuan menunjukkan bahwa ketercapaian nilai minimum tidak meniadakan kesulitan proses; pembelajaran memerlukan penguatan membaca-ke-menulis, media yang lebih variatif, dan dukungan literasi yang konsisten.