Andra Ovianda
UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN DAN KEDUDUKAN WANITA DALAM Al-QUR’AN (ANALISIS TERHADAP TAFSIR TEMATIK KEMENAG RI) Andra Ovianda
At-Tibyan Vol 4 No 2 (2021): AT-TIBYAN: Journal of Qur’an and Hadis Studies
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/y0ksg180

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang peran dan kedudukan wanita dalam Al-Qur’an dengan objek kajian Tafsir Tematik Kemenag RI. Permasalahan tentang bagaiaman peranan wanita di dalam ruang domestik maupun di ruang publik seringkali menjadi diskusi yang menarik untuk dianalisis. Dalam Tafsir Tematik milik Kementerian Agama Republik Indonesia, terdapat bab yang yang menmbahas tentang peran-peran yang mencakup peran perempuan yang berbeda dengan tafsir-tafsir klasik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif eksploratif, dengan menganalisis pada sumber tertulis yakni peran dan kedudukan perempuan dalam tafsir kemenag RI. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data, dengan menerapkan empat teknik analisis data, yaitu analisis historis, isi, reflektif, dan kritis. Hasil penelitian menemukan bahwa peran perempuan di ruang publik adalah posisi yang didapatkan oleh perempuan dalam suatu ruang lingkup yang luas seperti masyarakat sosial atau negara. Dalam Tafsir Tematik Kemenag RI, Kedudukan dan Peran Perempuan terdapat peran-peran perempuan meliputi: kepemimpinan perempuan, peran perempuan dalam bidang sosial, aurat dan busana muslimah, kesaksian perempuan. Kemudian peran perempuan di ruang domestik adalah posisi yang didapatkan oleh perempuan dalam suatu ruang lingkup yang khusus seperti rumah tangga. Peran-peran yang termasuk dalam peran perempuan di ruang domestik adalah asal-usul penciptaan laki-laki dan perempuan, peran perempuan dalam keluarga, perempuan dan hak waris serta perempuan dan kepemilikan. Selain itu, karakteristik dalam penafsiran ini cenderung dekonstruktif dengan membangun penafsiran yang memiliki keberpihakan pada perempuan dan tidak diskriminatif baik pada perempuan maupun laki-laki. Penafsiran antara Tafsir Tematik Kemenag memiliki perbedaan dengan penafsiran sebelumnya yang secara umum lebih melihat penafsiran dari perspektif perempuan.