Tatik Karmila
UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

RISET LIVING QUR’AN PADA TRADISI PEMBACAAN TALQIN MAYAT DI DESA RANTAU LIMAU KAPAS KECAMATAN TIANG PUMPUNG KABUPATEN MERANGIN Tatik Karmila
At-Tibyan Vol 5 No 1 (2022): AT-TIBYAN: Journal of Qur’an and Hadis Studies
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/atb.v5i1.106

Abstract

Penelitian ini diangkat dari sebuah fenomena yang ada di tengah-tengah masyarakat, dalam hal ini adalah fenomena Tradisi Pembacaan Talqin Mayat. Hal ini dijadikan sarana untuk mendo’akan mayat agar bisa menjawab pertanyaan dari malaikat Munkar dan Nakir, yang dibacakan setiap saat ketika salah seorang muslim meninggal dunia. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji tentang dasar tradisi talqin serta bagaimana prosesi dan pemahaman masyarakat terhadap tradisi tersebut di Desa Rantau Limau Kapas. Adapun metode dalam penelitian ini, penulis menggunakan penelitian kualitatif (Field research) serta penelitian kepustakaan (Library research). Pendekatan yang penulis gunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan Living Qur‟an berparadigma fenomenologi, oleh karena itu penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data, dokumentasi, observasi, dan wawancara. Hasilnya penulis menemukan bahwa fenomena pembacaan talqin mayat ini di dasari oleh QS. Adh-Dha>riya>t:55 dan QS. Ibra>hi>m: 27. Adapun prosesi pembacaan talqin mayat di Desa Rantau Limau Kapas ialah pentalqin duduk di samping kuburan mayat, dengan membaca istighfa>r, bertawassul, membaca ta‘a>wu>dh serta basmalah dan dilanjutkan dengan membaca lafadh talqin. Pemahaman dari masyarakat Desa Rantau Limau Kapas mengenai fenomena ini ialah bahwa talqin mayat ini berbicara tentang semua aspek, baik ditinjau dari sisi dunia maupun sisi akhirat. Menurut masyarakat bahwa membaca talqin bagi mayat merupakan salah satu bentuk amal baik yang harus dilestarikan