Fritz Hotman Damanik
Universitas Muhammadiyah Malang, Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Symbolic Interaction and Student Self-Identity Formation in Child-Friendly Schools: A Meadian Analysis Fritz Hotman Damanik; Oman Sukmana
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol. 20 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Sosiologi, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jsu.v20i1.852

Abstract

This article examines the construction of symbolic meaning in teacher-student interactions within child-friendly schools (Sekolah Ramah Anak/SRA) in Indonesia, analyzed through the lens of George Herbert Mead's Symbolic Interactionism. The child-friendly school paradigm positions educational spaces not merely as sites of cognitive transfer but as environments where students actively construct their sense of self through communicative encounters. Drawing on qualitative sociological analysis, this study explores how teachers and students engage in symbolic exchanges — including gestures, language, praise, and spatial arrangements — that contribute to the formation and negotiation of student identity. Mead's conceptual triad of mind, self, and society provides the analytical scaffolding for understanding how the “I” and “Me” of student selfhood emerge from internalized role-taking processes embedded in everyday classroom interaction. The findings suggest that child-friendly school policies, when meaningfully implemented, generate a rich symbolic environment that affirms student agency, cultivates positive self-concepts, and fosters prosocial identity formation. However, disparities in implementation quality reveal that institutional intent does not always translate into transformative symbolic practice. This article contributes to sociological understandings of education by foregrounding the micro-interactional dynamics that underpin macro-level educational reform and child rights frameworks. Abstrak Aktivitas Artikel ini mengkaji konstruksi makna simbolik dalam interaksi guru-siswa di Sekolah Ramah Anak (SRA) di Indonesia, dianalisis melalui perspektif Interaksionisme Simbolik George Herbert Mead. Paradigma sekolah ramah anak memposisikan ruang pendidikan tidak sekadar sebagai tempat transfer kognitif, melainkan sebagai lingkungan tempat siswa secara aktif membangun konsep dirinya melalui interaksi komunikatif. Dengan menggunakan analisis sosiologis kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana guru dan siswa terlibat dalam pertukaran simbolik — meliputi gestur, bahasa, pujian, dan penataan ruang — yang berkontribusi pada pembentukan dan negosiasi identitas siswa. Triad konseptual Mead tentang pikiran (mind), diri (self), dan masyarakat (society) menjadi kerangka analitis untuk memahami bagaimana “I” dan “Me” dalam diri siswa muncul dari proses pengambilan peran (role-taking) yang terinternalisasi dalam interaksi kelas sehari-hari. Temuan menunjukkan bahwa kebijakan sekolah ramah anak, ketika diimplementasikan secara bermakna, menghasilkan lingkungan simbolik yang kaya, yang menegaskan agensi siswa, menumbuhkan konsep diri yang positif, serta mendorong pembentukan identitas prososial. Namun, kesenjangan kualitas implementasi memperlihatkan bahwa niat institusional tidak selalu terwujud menjadi praktik simbolik yang transformatif. Artikel ini berkontribusi pada pemahaman sosiologis tentang pendidikan dengan menonjolkan dinamika mikro-interaksional yang melandasi reformasi pendidikan tingkat makro dan kerangka hak anak.