Imam Mahmud
Universitas Lampung, Bandar Lampung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Modal Sosial dalam Membentuk Ketahanan Pangan pada Masyarakat Miskin Perkotaan di Kecamatan Panjang, Bandar Lampung Anita Damayantie; Dewi Ayu Hidayati; Teuku Fahmi; Imam Mahmud
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol. 20 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Sosiologi, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jsu.v20i1.1220

Abstract

Food security defined as the availability, quality, quantity, nutritional value, and accessibility of food for individuals and nations to lead healthy, active, and productive lives sustainably, is a critical human need. Social capital is a crucial factor in achieving food security. While social capital, typically in the form of kinship, family ties, and cooperation, is often perceived as exclusive to rural communities with strong values and norms, urban communities in Panjang District, Bandar Lampung City, demonstrate high social capital in addressing various issues, including food security. This study aims to deeply examine how social capital shapes food security for the urban poor in Panjang District, Bandar Lampung. The research employed a descriptive qualitative approach using, interviews, observation, and documentation for data collection. Data processing involved reduction, presentation, conclusion drawing, and data verification. The findings reveal that food security among the urban poor in Panjang District is achieved through the development of bonding social capital, bridging social capital, and linking social capital relationships. This study contributes both theoretically by offering a novel perspective on food security formation in urban poor communities through the development of bonding, bridging, and linking social capital (distinguishing it from previous research), and practically by serving as a guide for various stakeholders, including the community, local government, NGOs, and corporate social responsibility (CSR) initiatives, in designing more effective and integrated interventions and empowerment programs to enhance urban food security. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana modal sosial membentuk ketahanan pangan di kalangan masyarakat miskin perkotaan di Kecamatan Panjang, Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk pengumpulan data. Pengolahan data meliputi reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan, dan verifikasi data. Temuan menunjukkan bahwa ketahanan pangan masyarakat miskin di Kecamatan Panjang terbentuk melalui interaksi tiga bentuk modal sosial, yaitu bonding, bridging, dan linking social capital. Modal sosial pengikat muncul melalui solidaritas internal keluarga dan tetangga, modal sosial penghubung berkembang melalui jejaring antarwarga lintas agama dan etnis, sedangkan modal sosial penghubung vertikal tercermin dalam akses masyarakat terhadap program bantuan pangan pemerintah dan dukungan donatur. Secara teoritis hasil penelitian memperkaya kajian sosiologi perkotaan dengan menjelaskan mekanisme relasional yang menghubungkan modal sosial dan ketahanan pangan dalam konteks masyarakat urban miskin yang sebelumnya lebih banyak dikaji pada konteks pedesaan. Secara praktis temuan penelitian memberikan dasar bagi pemerintah daerah, LSM, serta program CSR dalam merancang intervensi berbasis komunitas yang lebih terintegrasi untuk memperkuat ketahanan pangan perkotaan.