Tri Rahmadana
Universitas Labuhanbatu, Rantauprapat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Reproduksi dan Transformasi Nilai Sosial dalam Keluarga Kawin Anom pada Masyarakat Banjar Pesisir Purnama Sari; Tri Nur Putri; Salwiyah Fitriani; Tri Rahmadana; Rivie Selvianti
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol. 20 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Sosiologi, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jsu.v20i1.2241

Abstract

Kawin Anom, a local Banjar term referring to early marriage, remains prevalent in rural communities and is often associated with various forms of social vulnerability. However, studies examining how families formed through Kawin Anom simultaneously reproduce and transform social values in child-rearing practices remain limited. This study aims to analyze the reproduction and transformation of social values within Kawin Anom  families among the coastal Banjar community in Paluh Manan Village, Deli Serdang Regency, and to identify the strategies employed by parents to transmit these values to their children. This research employed a descriptive qualitative approach using Pierre Bourdieu’s theory of social reproduction and the concept of social value transformation as analytical frameworks. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation involving ten key informants from Kawin Anom families, supported by community leaders and village officials. Data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, which consists of data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that Kawin Anom families continue to reproduce various social values, including religiosity, responsibility, honesty, discipline, hard work, social concern, and independence. At the same time, a transformation of values has occurred, reflected in parents’ changing perceptions of the importance of education, their aspirations for their children’s future, and their desire to break the intergenerational cycle of Kawin Anom. The transmission of values is carried out through role modeling, habituation, advice, storytelling, rewards, and sanctions. These findings suggest that Kawin Anom families function not only as sites for the reproduction of social values but also as arenas in which social change is negotiated within the coastal Banjar community. Abstrak Praktik Kawin Anom yang masih bertahan di masyarakat pedesaan sering dikaitkan dengan berbagai kerentanan sosial. Namun, kajian mengenai bagaimana keluarga pelaku Kawin Anom mereproduksi sekaligus mentransformasikan nilai-nilai sosial dalam pengasuhan anak masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reproduksi dan transformasi nilai sosial dalam keluarga Kawin Anom pada masyarakat Banjar pesisir di Desa Paluh Manan, Kabupaten Deli Serdang, serta strategi yang digunakan orang tua dalam mentransmisikan nilai-nilai tersebut kepada anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan teori reproduksi sosial Pierre Bourdieu dan konsep transformasi nilai sosial sebagai kerangka analisis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap sepuluh informan utama dari keluarga Kawin Anom, serta didukung oleh tokoh masyarakat dan aparat desa. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana melalui proses kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga Kawin Anom tetap mereproduksi berbagai nilai sosial, seperti religiusitas, tanggung jawab, kejujuran, disiplin, kerja keras, kepedulian sosial, dan kemandirian. Di sisi lain, terjadi transformasi nilai yang ditandai oleh perubahan cara pandang orang tua terhadap pentingnya pendidikan, harapan terhadap masa depan anak, serta keinginan untuk memutus mata rantai Kawin Anom antargenerasi. Transmisi nilai dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan, nasihat, cerita, pemberian penghargaan, dan sanksi. Temuan ini menunjukkan bahwa keluarga Kawin Anom tidak hanya berperan sebagai ruang reproduksi nilai sosial, tetapi juga menjadi arena negosiasi perubahan sosial dalam masyarakat Banjar pesisir.