Salib merupakan pusat teologi Kristen, mewujudkan paradoks ilahi di mana kelemahan menjadi kekuatan, kehinaan berujung pada kemuliaan, dan kematian mendatangkan kehidupan. Kajian ini menelaah Salib sebagai sarana keselamatan sekaligus model kehidupan Kristen, dengan menekankan hikmat ilahi, transformasi pribadi, iman, dan dampaknya terhadap masyarakat. Melalui analisis isi terhadap teks-teks biblika dan literatur teologi, penelitian ini mengungkap bahwa penyaliban Kristus tidak hanya membawa penebusan, tetapi juga menuntut pembaruan pikiran, kasih, dan pengorbanan diri. Salib menentang nilai-nilai duniawi, menegaskan bahwa kebesaran sejati terletak pada kerendahan hati, pelayanan, dan keadilan. Lebih dari sekadar keselamatan individu, Salib menyerukan pembaruan masyarakat, mengajak setiap orang percaya untuk hidup dalam ketaatan, kasih, dan tanggung jawab terhadap sesama.AbstrakThe Cross is central to Christian theology, embodying the divine paradox where weakness becomes strength, disgrace leads to glory, and death brings life. This study examines the Cross as both the means of salvation and the model for Christian living, highlighting divine wisdom, personal transformation, faith, and societal impact. Through content analysis of biblical texts and theological literature, it reveals that Christ’s crucifixion not only redeems but also demands renewal of the mind, love, and self-sacrifice. The Cross subverts worldly values, affirming that true greatness lies in humility, service, and justice. Beyond individual salvation, it calls for societal renewal, urging believers to live in obedience, love, and responsibility towards others.