Yanri Yunita Serli Mone
Universitas Kristen Satya Wacana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Pelatihan Manajemen Konflik dalam Meningkatkan Pemahaman dan Penyelesaian Konflik Mahasiswa STAK Terpadu Pesat Salatiga Yanri Yunita Serli Mone; Heru Astikasari
Tikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKM Vol 2, No 2 (2025): Tikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKM - Oktober 2025
Publisher : Sekolah Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47530/jto.v2i2.261

Abstract

Conflict is an inseparable part of human interaction, especially in academic environments such as the Salatiga Integrated Christian Religious College (STAK). This study aims to examine the effectiveness of conflict management training in improving students' understanding in identifying the causes of conflict and resolving them. Referring to conflict management theory (Rahim, 2023) and social conflict resolution (Garcia Chen, 2023), this study uses a descriptive qualitative method with an experimental approach (pre-test and post-test) on 40 students. The results showed an increase in student understanding after training, with the percentage of high understanding increasing from 25% to 35%, while low understanding decreased from 30% to 20%. These findings confirm that conflict management training can help students develop more constructive communication, negotiation, and conflict resolution strategies. The study recommends the implementation of similar training on an ongoing basis to support the development of students' social skills in academic and professional contexts. the importance of the result or a brief conclusion.AbstrakKonflik adalah bagian yang tidak terpisahkan dari interaksi manusia, terutama di lingkungan akademik seperti Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAK) Terpadu Pesat Salatiga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pelatihan manajemen konflik dalam meningkatkan pemahaman siswa dalam mengidentifikasi penyebab konflik dan penyelesaiannya. Mengacu pada teori manajemen konflik (Rahim, 2023) dan resolusi konflik sosial (Garcia Chen, 2023), penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan eksperimental (pre-test dan post-test) pada 40 siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman siswa setelah pelatihan, dengan persentase pemahaman tinggi meningkat dari 25% menjadi 35%, sedangkan pemahaman rendah menurun dari 30% menjadi 20%. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan manajemen konflik dapat membantu siswa mengembangkan strategi komunikasi, negosiasi, dan resolusi konflik yang lebih konstruktif. Studi ini merekomendasikan pelaksanaan pelatihan serupa secara berkelanjutan untuk mendukung pengembangan keterampilan sosial siswa dalam konteks akademik dan profesional.