Mustika Syarifuddin
Program Studi Pariwisata Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri Parepare, Jl. Amal Bhakti Soreang, Kota Parepare, 91131, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI TEORI SIX’A DALAM PENGEMBANGAN OBYEK WISATA PANTAI HARAPAN AMMANI Anik Hariani; Mukhtar Yunus; Mustika Syarifuddin
Shi'ar: Sharia Tourism Research Vol. 2 No. 02 (2024): Shi`ar: Sharia Tourism Research
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/shi`ar.v2i02.9828

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) . Data yang digunakan diperoleh dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu serta analisis data melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penyimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya untuk mengatasi beberapa permasalahan dalam pengembangan Wisata Pantai Harapan Ammani , diantaranya adalah: (1) Implementasi komponen Six’A di wisata Pantai Harapan Ammani dapat dikatakan sudah terimplementasikan, namun ada beberapa komponen yang belum optimal dan masih membutuhkan perhatian khusus dari pengelola dan pemerintah. Komponen tersebut diantaranya adalah Akomodasi, Aktivitas dan Amenitas. (2) Penerapan prinsip pariwisata syariah dalam pengembangan objek wisata Pantai Harapan Ammani sudah dapat dikatakan telah menerapkan prinsip syariah, karena telah menyediakan fasilitas ibadah seperti musholla, tempat wudhu, dan sebagainya. Namun hanya saja kurang terpelihara dan belum maksimal seperti peralatan sholat masih kurang, tempat wudhu yang masih bercampur dengan laki-laki dan perempuan, kurangnya menjaga kebersihan lingkungan dan belum ada toilet umum yang terpisah antara laki-laki dan perempuan.