Andi Lis Garming
Poltekeks Kemenkes Kalimantan Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengetahuan Pola Makan Bergizi Ibu Saat Hamil Terhadap Kejadian Kelahiran Bayi Berat Lahir Rendah Sadarilla Sadarilla; Jasmawati; Lukman Nulhakim; Andi Lis Garming; Maria Ella Kristina
Mahakam Midwifery Journal (MMJ) Vol. 10 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35963/mmj.v10i1.67

Abstract

Abstrak Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu penyebab utama kematian bayi di Indonesia. Pola makan ibu selama kehamilan sangat mempengaruhi status gizi janin dan berat badan bayi saat lahir. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cros sectional. Subjek dari penelitian ini adalah ibu yang melahirkan di Puskesmas Nanga Mau. Pengumpulan data dilakukan melalui kuisioner terstruktur mengenai pengetahuan gizi dan data sekunder mengenai berat badan bayi saat lahir. Tehnik analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan pola makan bergizi ibu saat hamil dengan kejadian bayi berat badan lahir rendah (p-value = 0,002). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan ibu tentang pola makan bergizi selama kehamilan dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR). Walaupun sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik, kasus BBLR tetap ditemukan, yang menandakan bahwa pengetahuan saja belum cukup, karena kejadian BBLR juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain seperti kondisi kesehatan ibu, status gizi, serta faktor lingkungan dan sosial. Ibu hamil lebih aktif mencari informasi dan meningkatkan pemahaman terkait pola makan bergizi, serta berusaha menerapkanya dalam kehidupan sehari-hari demi mencegah kejadian bblr. Kata kunci: pengetahuan, pola makan ,bblr Abstract Low Birth Weight (LBW) is one of the leading causes of infant mortality in Indonesia. Maternal dietary patterns during pregnancy greatly influence the nutritional status of the fetus and the baby’s birth weight. This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. The subjects were mothers who gave birth at Nanga Mau Public Health Center. Data were collected using a structured questionnaire on nutritional knowledge and secondary data on infants’ birth weight. Data analysis was performed using the chi-square test. The results showed a significant relationship between maternal knowledge of nutritious eating patterns during pregnancy and the incidenceof LBW (p-value = 0.002). The results of this study indicate a significant relationship between maternal knowledge of nutritious dietary patterns during pregnancy and the incidence of low birth weight (LBW). However, although the majority of respondents had good knowledge, cases of LBW were still found, suggesting that knowledge alone is not sufficient, as the incidence of LBW is also influenced by other factors such as maternal health conditions, nutritional status, and environmental and social factors. Pregnant women are encouraged to actively seek information, improve their understanding of nutritious eating patterns, and apply them in daily life to prevent LBW. Keywords: maternal knowledge, nutritious eating patterns, low birth weight (LBW)
Pengetahuan Dan Jarak Tempuh Dengan Minat Ibu Bersalin di Fasilitas Kesehatan Arifah Puji Astuti; Andi Lis Garming; Nino Adib Chifdillah
Mahakam Midwifery Journal (MMJ) Vol. 10 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35963/mmj.v10i1.68

Abstract

Abstrak Kematian maternal merupakan masalah kesehatan global yang menjadi indikator penting dalam keberhasilan program kesehatan ibu. Tempat yang paling ideal untuk persalinan adalah fasilitas kesehatan dengan perlengkapan dan tenaga yang siap menolong sewaktu-waktu terjadi komplikasi persalinan. Salah satu rencana strategis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel berjumlah 55 responden. Pemilihan sampel menggunakan purposive sampling dan analisis yang digunakan adalah uji chi Square. Hasil Analisa uji Chi-square Pengetahuan didapatkan nilai P (0,039) < α (0,05) dan jarak tempuh didapatkan nilai P (0,003) < α (0,05) maka disimpulkan ada hubungan pengetahuan dan jarak tempuh dengan minat ibu bersalin di fasyankes. Pengetahuan baik seseorang tentang kesehatan reproduksi terutama resiko penolong persalinan oleh tenaga non nakes, maka mereka bisa mengambil keputusan yang baik tentang kesiapan untuk bersalin. Jarak dapat menentukan apakah mudah bagi masyarakat untuk menempuh lintasan untuk menuju ke fasilitas kesehatan. Ada hubungan pengetahuan dan Jarak tempuh dengan minat ibu bersalin di fasyankes Kata kunci: persalinan, jarak tempuh, minat Abstract Maternal mortality is a global health problem and is a crucial indicator of the success of maternal health programs. The ideal place for childbirth is a health facility with adequate equipment and personnel ready to assist in the event of complications. This study used a quantitative approach. This type of research is an observational analytical study with a cross-sectional design. The sample size was 55 respondents. The sample was selected using purposive sampling, and the analysis used was the chi-square test. The chi-square test analysis revealed a P-value of 0.039 (<α) (0.05), and a P-value of 0.003 (<α) (0.05). Therefore, it is concluded that there is a relationship between knowledge and distance and maternal interest in giving birth at a health facility. A person's good knowledge of reproductive health, especially the risks of non-health care personnel assisting with childbirth, can help them make informed decisions about their readiness for childbirth. Distance can determine whether it is easy for people to travel to a health facility. There is a relationship between knowledge and distance traveled and mothers' interest in giving birth at a health facility. Keywords: childbirth, health facility, distance traveled, interest