Degno Vero Murtadha
Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Arsitektur dalam Menciptakan Ruang Publik yang Nyaman Degno Vero Murtadha
Jurnal Arsitektur Indonesia Vol 1 No 1 (2026): Edisi Januari
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang publik yang nyaman menjadi elemen penting dalam menunjang kualitas kehidupan masyarakat perkotaan. Arsitektur memiliki peran strategis dalam menciptakan ruang publik yang aman, fungsional, dan mampu mendorong interaksi sosial. Artikel ini membahas bagaimana desain arsitektur mempertimbangkan aspek fisik, psikologis, dan sosial untuk menghasilkan kenyamanan pengguna. Elemen seperti pencahayaan alami, sirkulasi udara, penataan furnitur, serta integrasi fasilitas mendukung pengalaman pengguna yang lebih baik. Pendekatan placemaking menekankan kebutuhan komunitas sebagai pusat desain, sementara psikologi arsitektur memperhatikan persepsi kenyamanan dari berbagai kelompok pengguna. Hasilnya, ruang publik tidak hanya menjadi tempat transit, tetapi juga ruang interaksi, rekreasi, dan relaksasi yang memperkuat keterikatan sosial.
Review Penerapan Building Information Modeling (BIM) pada Proyek Konstruksi di Indonesia Degno Vero Murtadha
Civitech Journal Vol. 1 No. 1 (2026): Edisi: Januari-Maret
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Building Information Modeling (BIM) merupakan pendekatan digital yang mengintegrasikan data perencanaan, desain, konstruksi, dan pengelolaan bangunan dalam satu model terpadu. Artikel ini bertujuan untuk meninjau penerapan BIM pada proyek konstruksi di Indonesia berdasarkan kajian literatur dari sumber ilmiah bereputasi. Hasil telaah menunjukkan bahwa BIM memberikan manfaat signifikan dalam meningkatkan koordinasi antar pemangku kepentingan, efisiensi waktu dan biaya, serta kualitas perencanaan proyek. Namun, tingkat implementasi BIM di Indonesia masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia, biaya investasi awal yang tinggi, serta belum optimalnya standar dan regulasi nasional. Oleh karena itu, diperlukan dukungan kebijakan, pengembangan standar BIM nasional, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi guna mendorong adopsi BIM secara berkelanjutan di industri konstruksi Indonesia.