Fabian Umay Lantong
Universitas Negeri Gorontalo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemodelan PLS-PM Pada Penanganan Perilaku Temper Tantrum Anak Autisme di Gorontalo Fabian Umay Lantong; Muhammad Rezky Friesta Payu; Siti Nurmardia Abdussamad
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/smj.v13i2.9979

Abstract

Abstract The number of people with autism in Indonesia is estimated to continue to increase, with 500 new children diagnosed with autism each year. Children with autism are they who have difficulty in communicating, making it difficult to adapt to the environment or unable to interact with their surroundings. Difficulties in communicating and expressing emotions can frustrate children with autism, triggering temper tantrums. Temper tantrums are emotional outbursts shown through physical actions such as hitting or slamming objects, as well as verbally such as shouting or crying. Although various strategies have been developed to deal with temper tantrums, there are still limitations in understanding the specific roles of reinforcement, punishment, and emotional intelligence in influencing this behavior. Therefore, this study aims to determine the Partial Least Square-Path Modeling (PLS-PM) model to examine the influence of reinforcement, punishment, and emotional intelligence on temper tantrum behavior in children with autism in SLB N Gorontalo City. The number of samples used was 31 using saturated sampling technique. The results obtained from this study are reinforcement has a significant effect on emotional intelligence and temper tantrum behavior, while punishment also affects temper tantrum. With an absolute contribution value of 22.85%, it indicates that reinforcement has the greatest contribution to temper tantrum behavior. Keywords: autism; plspm; temper tantrum behavior. Abstrak Penyandang autisme di Indonesia diperkirakan terus meningkat, sebanyak 500 anak baru yang terdiagnosis autisme setiap tahunnya. Anak dengan autisme adalah mereka yang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi, sehingga sulit beradaptasi dengan lingkungan atau tidak dapat berinteraksi dengan sekitarnya. Kesulitan berkomunikasi dan mengekspresikan emosi dapat membuat anak autisme frustrasi, sehingga memicu temper tantrum. Temper tantrum adalah ledakan emosi yang ditunjukkan melalui tindakan fisik seperti memukul atau membanting benda, serta secara verbal seperti berteriak atau menangis. Meskipun berbagai strategi telah dikembangkan untuk menangani temper tantrum, masih terdapat keterbatasan dalam memahami peran spesifik penguatan (reinforcement), hukuman (punishment), dan kecerdasan emosional dalam mempengaruhi perilaku ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan model Partial Least Square-Path Modeling (PLS-PM) guna mengkaji pengaruh penguatan (reinforcement), hukuman (punishment), dan kecerdasan emosional terhadap perilaku temper tantrum pada anak autisme di SLB N Kota Gorontalo. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 31 dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu sampling jenuh. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah penguatan (reinforcement) berpengaruh signifikan terhadap kecerdasan emosional dan perilaku temper tantrum, sementara hukuman (punishment) juga berpengaruh terhadap temper tantrum. Dengan nilai kontribusi mutlak sebesar 22,85% menandakan bahwa penguatan (reinforcement) memiliki kontribusi terbesar terhadap perilaku temper tantrum. Kata Kunci: autisme; perilaku temper tantrum; plspm.