Abstract This research aims to optimize the scheduling of the production and marketing processes for moringa leaf products at Moza Cafe Kupang using the Program Evaluation and Review Technique (PERT) model. The developed products include moringa coffee, moringa masks, and moringa snacks, all featuring moringa leaves as the main ingredient, known for their rich nutrient content and numerous health benefits. The PERT model is used to map all production and marketing activities of moringa leaf products, estimate the implementation time of each activity, and identify critical pathways that determine the duration of production and marketing of moringa leaf products. The data used in this study consisted of primary and secondary data. Primary data was obtained through direct observation of the production process and semi-structured interviews with Moza Cafe owners, while secondary data came from scientific literature, books, and journals related to the benefits of moringa leaves and the application of the PERT model. The data analysis techniques used include quantitative analysis with the PERT approach to calculate the estimated time and variance of each activity, as well as qualitative analysis to interpret constraints and operational strategies. The results showed that the critical path of production and marketing of moringa leaf products had a total duration of 85 days, with the most impactful activities being moringa leaf preparation and packaging production. The application of the PERT model has been proven to help Moza Cafe in planning and controlling the production and marketing of moringa leaf products efficiently, as well as identifying areas that can be improved to optimize the production process and distribution of moringa leaf products in a sustainable manner. Keywords: Moringa Leaves, Moza Cafe, Marketing, PERT, Production, Operations Research. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penjadwalan waktu proses produksi dan pemasaran produk daun kelor di Moza Cafe Kupang menggunakan model Program Evaluation and Review Technique (PERT). Produk yang dikembangkan mencakup kopi kelor, masker kelor, dan cemilan kelor, dengan daun kelor sebagai bahan utama yang dikenal kaya akan nutrisi dan manfaat kesehatan. Model PERT digunakan untuk memetakan seluruh aktivitas produksi dan pemasaran produk daun kelor, mengestimasi waktu pelaksanaan tiap aktivitas, serta mengidentifikasi jalur kritis yang menentukan durasi produksi dan pemasaran produk daun kelor secara keseluruhan. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi langsung terhadap proses produksi dan wawancara semi-terstruktur dengan pemilik Moza Cafe, sedangkan data sekunder berasal dari literatur ilmiah, buku, dan jurnal terkait manfaat daun kelor dan penerapan model PERT. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis kuantitatif dengan pendekatan PERT untuk menghitung waktu estimasi dan varians tiap aktivitas, serta analisis kualitatif untuk menafsirkan kendala dan strategi operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jalur kritis produksi dan pemasaran produk daun kelor memiliki total durasi 85 hari dengan aktivitas yang paling berdampak adalah persiapan daun kelor dan produksi kemasan. Penerapan model PERT terbukti membantu Moza Cafe dalam merencanakan dan mengendalikan produksi dan pemasaran produk daun kelor secara efisien, serta mengidentifikasi area yang dapat ditingkatkan untuk mengoptimalkan proses produksi dan distribusi produk daun kelor secara berkelanjutan. Kata Kunci: Daun Kelor, Moza Cafe, Pemasaran, PERT, Produksi, Riset Operasi