This study aims to examine the interactive learning strategies employed by Christian Religious Education teachers to enhance students’ learning independence. Learning independence is defined as the ability of students to manage and regulate their own learning processes autonomously, without reliance on others. In this context, Christian Religious Education teachers play a strategic role as instructors, mentors, facilitators, and role models who influence the intellectual, emotional, spiritual, and social development of their students. The research applies a qualitative method using a literature review approach, focusing on analyzing scholarly works regarding the effectiveness of Christian Religious Education teachers in fostering learning independence. The findings indicate that effective implementation of interactive learning strategies can promote learning independence by stimulating students’ interests and talents, creating a supportive learning environment, providing motivation and recognition, and strengthening social skills. Moreover, internal factors such as motivation and self-efficacy, alongside external factors including family support and the school environment, significantly contribute to shaping students’ learning independence. Therefore, the active role of Christian Religious Education teachers is essential in achieving the objectives of Christian education, namely developing students into independent, responsible, and integrity-driven individuals. Keywords: early childhood education;interactive learning; learning independence; teacher effectiveness Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pembelajaran interaktif yang diterapkan oleh guru Pendidikan Agama Kristen dalam meningkatkan kemandirian belajar peserta didik. Kemandirian belajar dipahami sebagai kemampuan siswa untuk mengatur serta mengendalikan proses belajarnya secara mandiri tanpa bergantung pada pihak lain. Dalam konteks ini, guru Pendidikan Agama Kristen berperan strategis sebagai pengajar, pembimbing, fasilitator, sekaligus teladan yang berpengaruh terhadap perkembangan intelektual, emosional, spiritual, dan sosial peserta didik. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, yang berfokus pada analisis literatur mengenai efektivitas peran guru Pendidikan Agama Kristen dalam membentuk kemandirian belajar. Temuan penelitian menunjukkan bahwa efektivitas guru dalam melaksanakan pembelajaran interaktif dapat mendorong kemandirian belajar melalui upaya menumbuhkan minat dan bakat siswa, menciptakan lingkungan belajar yang mendukung, memberikan motivasi serta penghargaan, dan mengembangkan keterampilan sosial. Selain itu, faktor internal seperti motivasi dan keyakinan diri, serta faktor eksternal seperti dukungan keluarga dan lingkungan sekolah, turut memengaruhi proses pembentukan kemandirian belajar peserta didik. Dengan demikian, peran aktif guru Pendidikan Agama Kristen menjadi faktor esensial dalam mewujudkan tujuan pendidikan Kristen, yakni membentuk pribadi peserta didik yang mandiri, bertanggung jawab, dan berintegritas. Kata kunci: efektivitas guru; kemandirian belajar; pembelajaran interaktif; pendidikan anak usia dini