The increasing use of digital devices among young children has created a dilemma in Christian family parenting. Parents often choose the practicality of giving gadgets to calm or distract their children, despite being aware of the potential negative impacts. This condition highlights the need for an alternative approach to parenting that not only protects children from digital risks but also nurtures their growth in love and faith. This study aims to formulate a screen-free parenting approach by integrating child development theories and Christian theology.The research method employed a literature study by analyzing Piaget’s preoperational stage, Erikson’s psychosocial needs, and the theological concept of Imago Dei (Gen. 1:27). Additional literature reviewed includes recommendations from the WHO and the American Academy of Pediatrics regarding screen time limitations for young children. The results show that children need love, identity, and meaningful relationships that cannot be replaced by digital interactions. Face-to-face family engagement through conversation, prayer, Bible reading, and creative activities is more effective in fostering empathy, spirituality, and the wholeness of a child’s personality. The conclusion emphasizes that screen-free parenting is a contextual alternative approach aligned with Christian values. This study contributes practical guidance for Christian parents to accompany their children in the digital era without relying on gadgets. Keywords: Christian perspective; creative alternative; gadget; theology of childhood Abstrak Penggunaan gawai pada anak usia dini semakin meningkat dan menimbulkan dilema dalam pola asuh keluarga Kristen. Orang tua sering kali memilih kepraktisan dengan memberikan gawai untuk menenangkan atau mengalihkan perhatian anak, meskipun menyadari dampak negatifnya. Kondisi ini menunjukkan perlunya alternatif pengasuhan yang tidak hanya melindungi anak dari risiko digital, tetapi juga menolong mereka bertumbuh dalam kasih dan iman. Penelitian ini bertujuan merumuskan pendekatan screen-free parenting dengan mengintegrasikan teori perkembangan anak dan teologi Kristen. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan menganalisis teori preoperational Piaget, kebutuhan psikososial Erikson, serta konsep teologis Imago Dei (Kej. 1:27). Literatur tambahan yang ditelaah mencakup rekomendasi WHO dan American Academy of Pediatrics mengenai pembatasan paparan layar pada anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak membutuhkan kasih, identitas, dan relasi bermakna yang tidak dapat digantikan oleh interaksi digital. Relasi tatap muka dalam keluarga melalui percakapan, doa, pembacaan firman, dan aktivitas kreatif lebih efektif dalam menumbuhkan empati, spiritualitas, dan keutuhan diri anak. Kesimpulan dari kajian ini menegaskan bahwa screen-free parenting merupakan pendekatan alternatif yang kontekstual dan sejalan dengan nilai iman Kristen. Temuan ini memberikan kontribusi berupa panduan praktis bagi orang tua Kristen untuk mendampingi anak di era digital tanpa bergantung pada gawai. Kata Kunci: alternatif kreatif; gawai; pendidikan anak usia dini; perspektif Kristen; teologi anak