Valentino Wariki
Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Mitsvah Allah dalam Ulangan 6 sebagai Refleksi Otoritas Pedagogis dalam Pola Asuh Otoritatif Valentino Wariki
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1: September
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/492t9z40

Abstract

This article aims to analyze God’s mitsvah in Deuteronomy 6 as a construction of pedagogical authority in the formation of faith across generations. This study addresses a gap in previous scholarship that tends to interpret mitsvah in a predominantly legalistic manner and has not sufficiently integrated it with pedagogical perspectives and developmental psychology. Employing a qualitative approach with a hermeneutical–exegetical method, this research conducts literary, lexical, and theological analyses of the textual structure, key terms, and patterns of faith transmission in Deuteronomy 6. The findings indicate that God’s mitsvah embodies both strong normative demands and high relational involvement, expressed through concrete obedience, sustained commitment, and intentional instruction of children. These results demonstrate that mitsvah functions as a formative pedagogical authority rather than merely a regulatory command. The novelty of this study lies in its reinterpretation of mitsvah as a relational pedagogical framework and its dialogical integration with the theory of authoritative parenting proposed by Diana Baumrind, highlighting the correspondence between the dimensions of demand and responsiveness in the biblical text and in developmental psychology. This study contributes theoretically to biblical theology and faith education, while also offering practical implications for family-based faith formation in contemporary contexts. Abstrak Artikel ini bertujuan untuk menganalisis mitsvah Allah dalam Ulangan 6 sebagai konstruksi otoritas pedagogis dalam pembentukan iman lintas generasi. Kajian ini berangkat dari kesenjangan dalam studi sebelumnya yang cenderung memahami mitsvah secara legalistik dan belum mengintegrasikannya secara memadai dengan perspektif pedagogis dan psikologi perkembangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode hermeneutika-eksegesis melalui analisis literer, leksikal, dan teologis terhadap struktur teks, istilah kunci, serta pola transmisi iman dalam Ulangan 6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mitsvah Allah mengandung dimensi tuntutan normatif yang tinggi sekaligus keterlibatan relasional yang intens, yang diwujudkan melalui praktik ketaatan, pemeliharaan berkelanjutan, dan pengajaran yang disengaja kepada anak-anak. Temuan ini menegaskan bahwa mitsvah berfungsi sebagai otoritas pedagogis yang bersifat formatif, bukan sekadar regulatif. Kebaruan penelitian ini terletak pada reinterpretasi mitsvah sebagai kerangka pedagogis relasional serta integrasinya secara dialogis dengan teori pola asuh otoritatif Diana Baumrind, yang memperlihatkan kesepadanan antara dimensi tuntutan dan responsivitas dalam teks biblika dan konsep psikologi perkembangan. Sehingga, penelitian ini memberikan kontribusi teoretis bagi kajian teologi biblika dan pendidikan iman, sekaligus menawarkan implikasi praktis bagi pengasuhan keluarga dalam konteks kontemporer.