Yonatan Alex Arifianto
STT Sangkakala, Salatiga, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Gereja terhadap Pendidikan Seksualitas pada Remaja Kristen Okris Pitay; Yonatan Alex Arifianto
Manthano: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 1 No 1 (2022): Maret
Publisher : Institut Kristen Teologi REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/03etx594

Abstract

AbstractThe case of unfavorable life for teenagers in premarital sex is very worrying at this time. This is due to many factors which in this article are examined that adolescents are vulnerable to misinformation about sex. Because a lot of free sex nowadays is done by teenagers who don't understand about sex education. The purpose of this research is that through sex education the church's youth can provide understandable information according to the needs of the youth, through sex education it can also provide broad insights for youth about sexual behavior and its consequences. The author uses a literature review with a descriptive method where the author explores information about sex education for Christian youth which can be concluded that the church needs to hold certain activities that build youth spirituality in addition to youth and youth worship or certain seminars that can build youth growth according to with the Bible and the teachings of Jesus. AbstrakKasus hidup tidak berkenan anak remaja dalam sex pranikah sangatlah mengkuatirkan saat ini. Hal itu disebabkan banyak faktor yang dalam artikel ini dikaji bahwa remaja rentan terhadap informasi yang salah mengenai seks. Karena banyak di masa remaja Melakukan seks bebas di lakukan oleh kalangan remaja yang tidak mengerti tentang pendidikan seks tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah melalui pendidikan seks remaja gereja dapat memberikan informasi yang dapat dimengerti sesuai dengan kebutuhan para remaja, melalui pendidikan seks juga bisa memberikan wawasan yang luas untuk para remaja tentang perilaku seksual dan akibatnya. Penulis menggunakan kajian pustaka dengan metode deskriptif di mana penulis menggali informasi tentang pendidikan seks pada remaja Kristen yang mana dapat disimpulkan bahwa gereja perlu mengadakan kegiatan-kegaiatan yang membangun kerohanian remaja misalnya mengadakan konseling anatara pemuda atau ibadah pemuda dan remaja atau seminar-seminar tertentu yang bisa membangun pertumbuhan remaja sesuai dengan Alkitab dan ajaran Yesus.
Peran Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Pendidikan sebagai Upaya Peningkatan Karakter Naradidik Nikolaos; Yonatan Alex Arifianto
Manthano: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 2 No 1 (2023): Maret
Publisher : Institut Kristen Teologi REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/zxw7s456

Abstract

Abstract Along with the development of the times, especially in the world of technology at this time which is growing rapidly and is very influential for the whole society, almost all humans are affected by it, but this affects human character, therefore what needs to be considered is ethics, character and morals from humans. So it needs attention from all aspects, especially specifically on the role of the teacher in the world of education. Which aims to provide teaching so that students can get to know the attitude of a student well in their environment. Moreover, the teacher also provides an introduction to students about the teachings and moral values of God's truth. Using descriptive qualitative methods, it can be concluded that Christian religious education teachers also have an important role, where the teacher can solve the biggest problem that students often experience is the problem of character crisis. and right. So it is highly hoped that Christian Religious Education Teachers can be maximal in carrying out noble tasks, and have full responsibility in accordance with the goals of education and learning, namely to form and be able to create generations who have noble character, are responsible and have the character of Christ. Abstrak: Seiringan dengan perkembangan zaman khususnya dalam dunia teknologi pada saat ini yang semakin pesat dan sangat berpengaruh bagi seluruh masyarakat, hampir semua manusia terkena dampak tersebut, namun hal tersebut berpengaruh bagi karakter manusia, oleh karena itu yang perlu diperhatikan ialah etika, karakter serta moral dari manusia. Maka perlu diperhatian dari segala aspek terutama secara khusus pada peran guru dalam dunia pendidikan. Yang mana bertujuan memberikan pengajaran supaya nara didik bisa mengenal dengan baik sikap seorang anak didik dalam lingkunganya. Terlebih guru juga memberikan pengenalan kepada nara didik tentang ajaran dan nilai moral dari kebenaran Allah. Menggunakan metode kualitatif deskritif maka dapat disimpulkan bahwa Guru Pendidikan agama Kristen juga memiliki peranan penting, dimana guru dapat menyelesaikan masalah terbesar yang sering kali nara didik alami ialah masalah krisis karakter, Oleh karena itu peran seorang guru sangat diharapkan dapat membentuk karakter naradidik kearah yang lebih baik dan benar. Maka sangat diharapkan, Guru Pendidikan agama Kristen bisa maksimal dalam melaksanakan tugas yang mulia, serta memiliki tanggung jawab sepenuhnya sesuai dengan tujuan pendidikan dan pembelajaran yakni membentuk serta dapat menciptakan generasi yang memiliki akhlak mulia, bertanggung jawab dan memiliki karakter Kristus.
Peran Pemimpin Kristen dalam Meregenerasi dan Memperlengkapi para Pemimpin Muda di Era Globalisasi Nikolaos; Yonatan Alex Arifianto
Manthano: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 2 No 1 (2023): Maret
Publisher : Institut Kristen Teologi REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/v36d5e36

Abstract

Abstract This paper is a study of the role of leaders in reproducing and equipping people to become the next leaders. This study departs from the author's empirical observations, that many church organizations do not carry out leadership regeneration, so many churches experience setbacks because they are not ready to face any changes. The purpose of writing this article is to see what steps the church has taken in regenerating young leaders in the era of disruption. In this era of disruption, the church is required to prepare leaders who can keep up with change, because young leaders have perspectives that are more relevant to changing times and are able to see change as an opportunity to grow and be fruitful by utilizing digital access. The method of writing this article is using a qualitative method with a literature review approach. The source of this study was obtained from searching various literature such as books and relevant journal articles. The results obtained in the study are that leaders have responsibilities, namely recognizing potential leaders, growing potential leaders and equipping prospective leaders. But to produce leaders like this one should build good cooperation between members and leaders. Abstrak Tulisan ini merupakan kajian terhadap peran pemimpin dalam mereproduksi dan memperlengkapi orang-orang untuk menjadi pemimpin selanjutnya. Kajian ini berangkat dari pengamatan penulis secara empiris, bahwa banyak organisasi gereja yang tidak melakukan regenerasi kepemimpinan, sehingga banyak gereja mengalami kemunduran karena tidak siap menghadapi setiap perubahan. Tujuan penulisan artikel adalah melihat apa saja langkah-langkah gereja dalam meregenerasikan para pemimpin-pemimpin muda di era disrupsi. Di era globalisasi ini gereja dituntut untuk mempersiapkan pemimpin yang dapat mengikuti perubahan, karena pemimpin muda memiliki perspektif yang lebih relevan dengan perubahan zaman serta mampu melihat perubahan sebagai suatu kesempatan untuk bertumbuh dan berbuah dengan memanfaatkan akses digital. Metode penulisan artikel ini ada menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka. Sumber kajian ini diperoleh dari penelurusan berbagai literatur seperti buku dan artikel jurnal yang relevan. Hasil yang didapat dalam kajian adalah pemimpin memiliki tanggung jawab, yaitu mengenali calon pemimpin, menumbuhkan calon pemimpin dan memperlengkapi calon pemimpin. Tetapi untuk menghasilkan para pemimpin-pemimpin seperti ini hendaknya membangun kerjasama yang baik antara anggota dan pemimpin.