Rachmat Tony SinjoBantaeng
Bethany Church Singapore, Singapore

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Artificial Intelligence, Human Agency, and the Threat to Humanity: A Christian Education Perspective Aprilius Nahak; Rachmat Tony SinjoBantaeng; Renni Sipahutar
Manthano: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 5 No 2 (2026): September
Publisher : Institut Kristen Teologi REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/54dhrs87

Abstract

As generative artificial intelligence (AI) becomes increasingly embedded in education and ministry, Christian education faces the challenge of preserving human agency amid growing reliance on AI systems. This conceptual-theological study examines the implications of AI risks for Christian education and explores how theology can inform the preservation of human dignity and agency. Using qualitative library research and conceptual-thematic analysis, the study draws on literature concerning AI risk, technology ethics, human agency, imago Dei, and Christian education. It argues that the gradual erosion of human agency through habitual delegation represents an everyday dimension of AI risk, potentially weakening human judgement and the capacity to govern AI systems. From a relational understanding of imago Dei, human dignity and moral responsibility transcend intelligence and computational capability. The study proposes Christian AI literacy as a framework comprising four interrelated dimensions: theological, ethical, critical, and humanistic literacy. This framework extends AI education beyond technical competence towards forming responsible persons who preserve human dignity and agency before God, neighbour, and creation. Abstrak Seiring dengan semakin luasnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) generatif dalam pendidikan dan pelayanan gerejawi, pendidikan Kristen menghadapi tantangan untuk mempertahankan agensi manusia di tengah meningkatnya ketergantungan pada sistem AI. Penelitian teologis-konseptual ini mengkaji implikasi risiko AI bagi pendidikan Kristen dan mengeksplorasi bagaimana teologi dapat menjadi landasan untuk menjaga martabat dan agensi manusia. Dengan menggunakan penelitian kepustakaan kualitatif dan analisis tematik-konseptual, penelitian ini mengkaji literatur tentang risiko AI, etika teknologi, agensi manusia, teologi imago Dei, dan pendidikan Kristen. Penelitian ini berargumen bahwa terkikisnya agensi manusia secara bertahap akibat kebiasaan mendelegasikan tugas kepada AI merupakan dimensi risiko AI dalam kehidupan sehari-hari yang berpotensi melemahkan penilaian manusia dan kemampuannya untuk mengendalikan sistem AI. Berdasarkan pemahaman relasional tentang imago Dei, martabat dan tanggung jawab moral manusia melampaui kecerdasan dan kemampuan komputasional. Penelitian ini mengusulkan literasi AI Kristen yang mencakup empat dimensi yang saling berkaitan, yaitu literasi teologis, etis, kritis, dan humanistik. Kerangka ini memperluas pendidikan AI melampaui kompetensi teknis menuju pembentukan pribadi yang bertanggung jawab dalam menjaga martabat dan agensi manusia di hadapan Allah, sesama, dan ciptaan.