This Author published in this journals
All Journal Familierecht
Mariono Mariono
Sekolah Tinggi Agama Islam Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penetapan Pembagian Gaji Suami Pegawai Negeri Sipil Pada Kasus Perkara Cerai Talak di Pengadilan Agama Wonosari Khiyaroh Khiyaroh; Mariono Mariono; Ricy Fatkhurrokhman; Atsanie Maulida Kirom
Familierecht: Jurnal Hukum Keluarga dan Ilmu Syari'ah Vol. 1 No. 1 (2025): Familierecht
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69879/familierecht.v1.i1.98

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis isi serta pertimbangan hukum dalam Putusan Nomor 777/Pdt.G/2022/PA.Wno mengenai perkara cerai talak yang diajukan oleh suami berstatus Pegawai Negeri Sipil, khususnya terkait gugatan rekonvensi pembagian sepertiga gaji. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa perceraian tidak hanya mengakhiri ikatan perkawinan, tetapi juga menimbulkan akibat hukum berupa hak dan kewajiban antara suami, istri, dan anak. Dalam konteks perceraian Pegawai Negeri Sipil, terdapat ketentuan khusus mengenai pembagian gaji pasca perceraian, namun dalam praktiknya ketentuan tersebut tidak selalu diterapkan oleh pengadilan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dengan pendekatan yuridis normatif, melalui analisis putusan pengadilan yang dikaji dari perspektif hukum Islam dengan menggunakan teori maslahah mursalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Hakim menolak gugatan rekonvensi istri terkait pemberian sepertiga gaji PNS untuk istri dan anak, dengan pertimbangan bahwa kewajiban suami terhadap istri pasca cerai terbatas pada pembayaran nafkah iddah dan mut’ah, sedangkan kewajiban nafkah anak telah ditetapkan secara bulanan. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa putusan hakim telah sesuai dengan prinsip maslahah mursalah karena bertujuan menghindari kemudaratan yang berkelanjutan bagi suami tanpa mengabaikan pemenuhan hak anak.