Wibowo Agus
Sekolah Tinggi Agama Buddha Bodhi Dharma

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PELAKSANAAN PATTIDANA DI BULAN CIT GWE PUA DI VIHARA DHARMA CAKRA BUDDHIST CENTER MEDAN Yana Sunter Candra; Wongso Mina; Wibowo Agus
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BODHI DHARMA (JPKMBD) Vol. 3 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56325/jpkmbd.v3i2.142

Abstract

Tradisi pattidāna merupakan salah satu praktik penting dalam Buddhisme yang menekankan pelimpahan jasa kepada leluhur atau makhluk yang berada dalam kondisi menderita, khususnya para peta. Praktik ini tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga berfungsi memperkuat solidaritas sosial dalam komunitas Buddhis. Pelaksanaannya pada bulan cit gwee sering dikaitkan dengan tradisi Ullambana dalam Buddhisme Mahayana, yang menekankan pentingnya tindakan kesejahteraan bagi kesejahteraan mereka yang telah berpulang. Di tengah masyarakat perkotaan modern, ritual pattidāna juga menjadi ruang revitalisasi nilai-nilai keagamaan dan penguatan ikatan komunitas. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendokumentasikan dan mengkaji pelaksanaan pattidāna di Vihara Dharma Cakra Buddhis Center Medan, dengan fokus pada pemahaman umat terhadap ritual makna serta nilai-nilai spiritual yang diinternalisasikan melalui rangkaian kegiatan. Metode yang digunakan meliputi ceramah Dhamma, observasi langsung, dan partisipasi dalam prosesi ritual. Kegiatan berlangsung dalam dua sesi utama yang mencakup pembacaan paritta, meditasi, ceramah Dhamma, prosesi pelimpahan jasa, serta pembakaran nama-nama mendiang sebagai simbol perlindungan dan pelepasan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa umat mengikuti seluruh rangkaian dengan antusias, dan prosesi pattidāna terbukti memperkuat pemahaman mereka terhadap konsep dana, karma, serta hubungan spiritual dengan leluhur. Kesimpulannya, praktik pattidāna tidak hanya melestarikan tradisi keagamaan, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pendidikan spiritual yang memperdalam penghayatan umat terhadap ajaran Buddha, sekaligus memperkuat kesadaran sosial dan solidaritas komunitas Buddhis di lingkungan perkotaan.