Musriadi
IAIN Parepare, Sulawesi Selatan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Construction of Justice in Determining Inheritance in the Letta Community of Kariango Village, Pinrang District (Analysis of Islamic Inheritance Law) Musriadi
Al-Hukamaa: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 1 No. 1 (2023): Al-Hukamaa: Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : Insitut Agama Islam Negeri Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/al-hukamaa.v1i1.7587

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji konstruksi keadilan dalam sistem kewarisan masyarakat Letta di Desa Kariango, Kabupaten Pinrang, yang menerapkan praktik pembagian harta warisan secara seimbang (1:1) antara laki-laki dan perempuan, serta sistem pengelolaan bergilir (alternating management) untuk aset tak terbagi. Urgensi penelitian ini terletak pada upaya memahami rasionalitas hukum masyarakat Muslim yang mempertahankan adat Galung Mana’ di tengah hegemoni teks formal hukum waris Islam (faraid) yang membedakan porsi gender 2:1. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam dengan tokoh adat, tokoh agama, dan pelaku waris. Hasil penelitian menemukan tiga hal mendasar. Pertama, praktik kewarisan dilakukan melalui musyawarah (mannene) dengan prinsip pembagian rata atau pengelolaan bergilir untuk menjaga keutuhan aset tanah pertanian. Kedua, faktor determinan praktik ini adalah kesetaraan peran ekonomi perempuan dalam sektor pertanian, nilai kerukunan (harmony), dan pelestarian adat leluhur. Ketiga, berdasarkan analisis teori keadilan Aristoteles, praktik ini memenuhi keadilan distributif yang proporsional dengan beban kerja, serta keadilan komutatif. Dalam perspektif Hukum Islam, praktik ini dikategorikan sebagai ‘urf shahih yang berbasis maslahah, di mana kesepakatan damai (shulhu) diprioritaskan sebagai bayan (penjelas) substantif tanpa menafikan sakralitas teks nash. Kesimpulannya, praktik waris masyarakat Letta adalah bentuk ijtihad sosiologis yang mengintegrasikan nilai lokal dan substansi syariah.