Fahrul Hukama'
Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Wali Songo Situbondo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Etika Komunikasi Anak kepada Orang Tua: Studi Analisis Makna Lafadz 'Uff' dalam Tafsir Al-Munir Karya Wahbah Al-Zuhaili Nuris Zain; Fahrul Hukama'
Al-Qolam: Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 3 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi di era zaman yang canggih, memberi dampak yang cukup besar terhadap budaya dan moral baik secara positif atau negative. Tak jarang anak zaman sekarang mengira orang tua hanya mempunyai pemikiran kuno, tidak gaul, atau tidak tahu kemajuan zaman saat ini. Sedangkan didalam al-Qur’an telah ditegaskan bahwa Allah memerintahkan untuk berbakti kepada orang tua dan tidak berkata kasar kepada keduanya walau yang terlontar hanya kata uff yang dapat menyakiti hati keduanya, bahkan hal itu disebut setelah Allah memerintahkan untuk tidak menyembah kepada selain-Nya. Tertarik makna uff dalam al-qur’an dan penafsiran Uff dalam Surah Al-Isro’ ayat 23 dengan tafsir Wahbah Zuhaili Al-Munir Untuk memecahkan masalah tersebut maka peneliti menggunakan metode tafsir tematik kontekstual menurut al-farmawi.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari beberapa pendapat ulama mufassir, makna kata uffin dalam al-Qur’an dapat diartikan sebagai perkataan atau perbuatan yang mengandung keluhan jengkel, cedas mulut, akh!, cis, kerut kening dan sebagainya. Jika hal itu terlontar dari mulut seorang anak kepada orang tuanya, maka ia telah melanggar perintah Allah dalam ayat yang akan penulis bahas, yaitu berbakti kepada kedua orang tua dan menyakiti hatinya walau hanya dengan keluhan paling rendah sekalipun. Isyarat ini menunjukkan betapa mulianya kedudukan orang tua, karena perintah berbakti kepada kedua orang tua, Allah sebutkan setelah perintah untuk menyembah hanya kepada Allah tidak pada selain-Nya dalam ayat ini.