This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kota Wali
Cahyani Faridhotus Sholekah
SMA Negeri 1 Karangtengah

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemanfaatan Daun Jambu Air dan Eceng Gondok menjadi Biofoam Dini Nur Maulida; Cahyani Faridhotus Sholekah; Ahmad Khanif
Jurnal Kota Wali Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Demak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Styrofoam merupakan kemasan yang berasal dari bahan polimer plastik yang banyak digunakan oleh masyarakat. Penggunaan styrofoam yang besar memberikan masalah baru mengenai sampah sisa pemakaian. Oleh karena sampah dengan bahan styrofoam memerlukan penanganan khusus dalam pengolahan, dikembangkan biofoam (biodegradable foam). Biofoam menjadi produk pengganti styrofoam yang lebih ramah lingkungan karena pembuatan dari bahan alami dan mudah diurai oleh tanah. Pembuatan biofoam terdiri dari bahan utama pati dan serat. Pada penelitian ini serat yang digunakan adalah daun jambu air dan eceng gondok. Daun jambu air dan eceng gondok dipilih menjadi serat dalam pembuatan biofoam karena keberadaannya yang mudah ditemui di Kabupaten Demak dan masih minim pemanfaatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik biofoam dari daun jambu air dan eceng gondok. Metode pembuatan biofoam pada penelitian ini yaitu metode baking process dengan variasi takaran serat jambu air dan eceng gondok. Komposisi perbandingan daun jambu air dan eceng gondok yaitu 50:50; 30:70; 70:30. Sampel biofoam kemudian dilakukan pengujian seperti uji organoleptis, uji daya serap air dan uji biodegradabilitas. Biofoam dengan komposisi daun jambu air dan eceng gondok 70: 30 memiliki daya serap air terendah sebesar 24,02%. Biofoam pada komposisi tersebut memiliki persentase kemampuan terdegradasi di dalam tanah yang tertinggi yaitu 25,75% selama 3 minggu serta memiliki aroma khas daun jambu air yang lebih dominan.