ADE AYU MEGANINGRUM
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DI SMP NEGERI 13 SURAKARTA ADE AYU MEGANINGRUM; Nida Sri Utami
JIPMat Vol. 9 No. 2 (2024): JIPMat (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jipmat.v9i2.393

Abstract

Matematika sebagai mapel dasar telah diajarkan sedini mungkin disemua jenjang sekolah mulai dari TK hingga perguruan tinggi. Namun beberapa siswa ditingkat SMP mengalami kesulitan yang menyebabkan hasil belajarnya kurang maksimal sehingga tidak bisa mencapai nilai KKM yang telah ditentukan. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan hasil belajar peserta didik kelas VII SMP Negeri 13 Surakarta Tahun Pelajaran 2023/2024. Pendekatan kualitatif dan metode deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini akan fokus pada penjelasan mendalam tentang fenomena yang diamati, yaitu hasil belajar peserta didik dalam konteks pembelajaran mapel matematika. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 13 Surakarta yang terdiri dari 60 siswa dengan menggunakan K13 atau kurikulum merdeka. Penelitian dilaksanakan pada 22-26 Januari 2024. Teknik atau cara dalam pengumpulan data meliputi observasi, tes tertulis, wawancara dan dokumentasi. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah hasil belajar pada materi perbandingan sudah baik, namum sayangnya sekolah ini belum menerapkan system pembelajaran berdiferensiasi sesuai dengan kurikulum merdeka. Dengan hasil belajar siswa yang menunjukkan bahwa 67% siswa tuntas dalam mengerjakan soal tes, sementara 33% siswa tidak tuntas, ini menunjukkan adanya perbedaan dalam pemahaman dan pencapaian siswa terhadap materi perbandingan. Dengan mempertimbangkan KKM di SMP Negeri 13 Surakarta, dimana 62% siswa tuntas dan 38% siswa tidak tuntas, ini berarti bahwa hasil belajar peserta didik dalam materi perbandingan sudah melampaui Kriteria Ketuntasan Maksimal sekolah tersebut.